AMKMedianews.com, Pekalongan – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan peringatan keras kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar tetap menjaga profesionalitas di tengah masa transisi kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa dinamika politik yang sedang berlangsung tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan kepada rakyat.
Pernyataan tegas ini disampaikan Luthfi saat memimpin pengarahan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026).
Gubernur menekankan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan hal biasa dalam dinamika daerah, namun stabilitas pelayanan publik adalah harga mati. Ia menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap fokus bekerja dan menjamin roda pemerintahan tidak tersendat.”Tugas utama kita adalah melayani. Jaga stabilitas pemerintahan agar masyarakat tidak merasa dirugikan oleh dinamika yang sedang dihadapi daerah saat ini,” ujar Ahmad Luthfi.
Selain stabilitas, Luthfi juga menuntut peningkatan kecepatan dalam merespons setiap keluhan masyarakat. Menurutnya, respons yang lambat hanya akan memicu ketidakpuasan publik dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat.”Meningkatkan kecepatan respon terhadap aduan warga adalah kunci. Kita harus bergerak sebelum komplain publik meluas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur secara khusus mengarahkan Sukirman, yang baru saja ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, untuk menjalankan tugasnya secara inklusif. Luthfi meminta agar tidak ada perlakuan istimewa terhadap pihak-pihak tertentu dalam pengambilan kebijakan, baik terkait anggaran maupun penataan organisasi.”Saya minta Pak Kirman (Sukirman) tidak membeda-bedakan siapapun. Profesionalisme harus menjadi landasan utama. Semuanya harus jelas, transparan, dan terukur,” tutur Luthfi.
Sebagaimana diketahui, Sukirman resmi mengemban tugas sebagai Plt Bupati Pekalongan berdasarkan surat penugasan Gubernur tertanggal 5 Maret 2026. Penunjukan ini dilakukan menyusul kondisi Bupati Pekalongan definitif yang saat ini tengah menjalani masa tahanan.
Luthfi juga mengajak seluruh jajaran Forkopimda untuk mempererat koordinasi demi memastikan kondusivitas wilayah tetap terjaga selama masa transisi ini berlangsung. **( Joko Longkeyang).

















