banner 728x250

Refleksi 18 Tahun Gerindra: DPC Pemalang Perkuat Barisan untuk Kesejahteraan Rakyat

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Aura soliditas terpancar di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pemalang, Jalan Raya Kaligelang, Kecamatan Taman. Pada Sabtu pagi (7/2/2026), segenap kader berlambang kepala garuda berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan guna merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

​Peringatan tahun ini digelar secara khidmat namun jauh dari kesan mewah. Ketua DPC Partai Gerindra Pemalang, Drs. Rama, menegaskan bahwa pilihan untuk merayakan secara bersahaja merupakan bentuk syukur yang mendalam atas perjalanan panjang partai.”Kami memilih tasyakuran sederhana dengan simbol nasi kuning. Ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus pengingat bagi kami untuk tetap membumi,” ujar Drs. Rama di sela-sela pemotongan tumpeng.

​Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus harian, seluruh legislator dari Fraksi Gerindra DPRD Pemalang, hingga Ketua PAC dari seluruh penjuru kabupaten. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa mesin partai di tingkat akar rumput tetap menyatu dalam satu komando.

​Tema “Kompak, Bergerak, Berdampak” menjadi ruh dalam peringatan kali ini. Momentum tersebut juga dimaknai sebagai ajang evaluasi internal. Boby Dewantara, salah satu kader potensial sekaligus tokoh yang pernah diusung Gerindra dalam kontestasi Pilkada 2024, turut memberikan pandangannya.”Usia 18 tahun harus menjadi titik balik untuk meningkatkan solidaritas. Kita harus merefleksikan kembali sejauh mana kontribusi kita dalam pembangunan nasional dan daerah selama dua dekade terakhir ini,” tegas Boby usai menerima potongan tumpeng pertama.

​Dalam instruksi penutupnya, Drs. Rama meminta seluruh kader untuk tegak lurus mengawal cita-cita luhur Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa kehadiran Gerindra di Pemalang harus bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui program-program yang menyejahterakan.

​Perjuangan mewujudkan kemakmuran di “Kota Ikhlas” disebut sebagai harga mati yang harus terus diperjuangkan oleh setiap kader, selaras dengan visi strategis pusat yang diturunkan ke daerah.( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *