banner 728x250

Ahmad Luthfi Perintahkan Relokasi Cepat Bencana Alam di Purbalingga

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Purbalingga  – Penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Kabupaten Purbalingga kini memasuki babak baru. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan percepatan pemindahan warga dari zona merah bencana menuju hunian yang lebih aman. Hal ini ditegaskan Gubernur saat meninjau langsung titik-titik terdampak di lereng Gunung Slamet, Jumat (30/1/2026).

​Luthfi meminta Pemerintah Kabupaten Purbalingga bergerak taktis dalam menetapkan titik koordinat Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap). Menurutnya, langkah relokasi merupakan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus dihantui ancaman bencana susulan.“Penanganan bencana bukan sekadar soal bantuan darurat. Kami ingin memastikan masyarakat bisa bangkit kembali dan menatap masa depan di lokasi yang jauh lebih aman,” ujar Ahmad Luthfi di sela peninjauan di Desa Serang.

​Mengingat kembali peristiwa yang terjadi pada 23 Januari lalu pukul 22.00 WIB, air bah dan material longsor meluluhlantakkan empat desa di dua kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Sangkanayu dan Lambur di Kecamatan Mrebet, serta Desa Kutabawa dan Serang di Kecamatan Karangreja. Desa Serang tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan paling masif.

​Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Provinsi yang telah hadir sejak hari pertama. Kini, koordinasi difokuskan pada tiga kebutuhan mendesak: penyediaan tempat tinggal, perbaikan jembatan yang putus, serta pemulihan jaringan air bersih.

​Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Luthfi tidak hanya memimpin rapat taktis di Posko Balai Desa Serang, tetapi juga menyambangi warga di lokasi pengungsian Villa Serang. Suasana sempat melunak saat Gubernur bercengkerama dan membagikan mainan kepada anak-anak penyintas untuk memulihkan trauma mereka.

​Sebagai stimulus pemulihan, bantuan sosial senilai hampir Rp700 juta diserahkan secara simbolis. Paket bantuan tersebut mencakup logistik pangan, kebutuhan sandang, hingga bantuan renovasi perumahan. Alat berat berupa ekskavator juga telah disiagakan untuk normalisasi akses di Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip.

​Mengenai infrastruktur vital, Luthfi memastikan telah menjalin komunikasi intensif dengan TNI dan Polri untuk penanganan jembatan yang terputus. Pemasangan jembatan darurat (bailey) akan segera dilakukan agar distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh total.​“Kami memprioritaskan infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Seluruh dinas terkait sudah berada di lapangan untuk memastikan pelayanan publik berjalan paripurna,” pungkasnya menutup peninjauan di dapur umum Brimob.( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *