AMKMedianews.com – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan secara nyata oleh keluarga besar Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ADIAS Pemalang. Di tengah duka akibat banjir dan longsor yang mencabik wilayah Pemalang Selatan, rombongan akademisi ini turun langsung ke titik-titik pengungsian di Kecamatan Pulosari dan Moga, Selasa (27/1).
Dipimpin oleh Rektor ITB ADIAS, Dr. H. Noor Rosyadi, S.E., M.M., dan Wakil Rektor II, Dr. Tri Handayani, S.E., M.Si., aksi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berkutat di menara gading, tetapi juga hadir di tengah penderitaan rakyat.
Rombongan mengawali misi di Posko Kantor Kecamatan Pulosari. Di hadapan Sekcam Andy Arief dan para relawan, Rektor menyerahkan bantuan logistik sembari menyerap aspirasi mengenai kebutuhan krusial warga. Suasana religius dan khidmat pun menyelimuti kunjungan saat rombongan menyambangi Posko MWC NU Pulosari. Di sana, untaian doa dipanjatkan bersama Rais Syuriah Drs. Rozikin untuk pemulihan mental dan fisik warga terdampak.
Kunjungan mencapai titik paling emosional saat rombongan tiba di Dusun Tretep Kidul, Desa Sima, Kecamatan Moga. Di lokasi ini, Rektor menyaksikan sendiri infrastruktur yang luluh lantak.”Kami mendengar cerita memilukan tentang seorang warga Penakir yang hanyut hingga delapan kilometer sampai ke wilayah Sima. Ini adalah duka mendalam bagi kita semua,” ungkap Noor Rosyadi penuh empati.
Menariknya, aksi ini melibatkan langsung para mahasiswa putra daerah Pemalang Selatan, seperti Afandi Yoga Pratama, Jihan Nur Inayah, Eka Ramdani, Geri Gilang Prayoga, hingga Novita. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa generasi muda memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Dalam keterangannya, Noor Rosyadi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan karakter.”Kehadiran kami adalah wujud empati. Kami ingin menanamkan jiwa sosial kepada mahasiswa agar mereka peduli pada lingkungan sekitarnya. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini mampu menguatkan semangat saudara-saudara kita,” tuturnya.
Aksi kemanusiaan ini diakhiri dengan doa bersama sebagai penguat spiritual, sembari berharap sinergi antara kampus, pemerintah, dan lembaga sosial seperti NU dapat terus terjalin demi mempercepat pemulihan Kabupaten Pemalang.( Joko Longkeyang).

















