banner 728x250

Buka Festival Mangga Pemalang, Gubernur Jateng Katakan Angkat Ekonomi Kreatif hingga Kancah Internasional

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Desa Penggarit di Kabupaten Pemalang semakin mengukuhkan diri sebagai sentra mangga unggulan nasional berkat produk andalannya, Mangga Istana, yang telah menembus pasar internasional seperti Singapura, Kanada, Amerika Serikat, dan Vietnam. Keberhasilan tersebut semakin diperkuat melalui penyelenggaraan Festival Mangga Pemalang yang berlangsung di Lapangan Desa Penggarit, Jumat (1/11/2025).

Festival dua tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.“Hari ini kita menyelenggarakan Festival Mangga, sebuah kegiatan yang telah menjadi agenda nasional bahkan internasional. Setiap dua tahun acara ini digelar sebagai bentuk kebanggaan dan promosi potensi daerah,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri festival tersebut.

Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi media promosi buah Mangga Istana, namun juga ruang untuk mengembangkan inovasi produk turunan mangga dan memajukan usaha kreatif masyarakat.“Mangga Istana bukan hanya dinikmati sebagai buah segar. Masyarakat bisa mengolahnya menjadi keripik, tepung, dan berbagai produk lain. Ini menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Selain potensi ekonomi, Festival Mangga Pemalang juga menarik perhatian karena kekuatan budaya yang ditampilkan. Salah satu tradisi unik adalah arak-arakan pengantin mangga, yaitu mangga Wirasangka sebagai simbol pengantin pria dan mangga Arumanis sebagai pengantin wanita. Tradisi ini menggambarkan asal-usul Mangga Istana, hasil persilangan kedua varietas tersebut, yang pernah menjadi buah kebanggaan Istana Kepresidenan.“Ada upaya melestarikan budaya lokal yang luar biasa. Tradisi pengantin mangga ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” tambah Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga berharap festival ini dapat dilaksanakan setiap tahun, mengingat dampaknya yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong desa lain di Jawa Tengah untuk mencontoh inovasi Desa Penggarit sesuai potensi masing-masing.

Sementara itu, Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa festival ini pertama kali diadakan pada tahun 2019. Ia menyebut kegiatan ini mampu mendorong daya jual mangga saat panen raya.“Pada Festival Mangga 2022 lalu, transaksi mencapai Rp1,5 miliar dalam dua hari. Tahun ini kami berharap angkanya bisa lebih tinggi lagi, sehingga petani semakin sejahtera,” katanya.

Desa Penggarit sendiri memiliki sekitar 11.000 pohon mangga, sementara total pohon mangga di Kabupaten Pemalang mencapai 116.000 pohon. Setiap pohon mampu menghasilkan rata-rata dua kuintal buah. Proses panen Mangga Istana dilakukan dengan tingkat kematangan di atas 80 persen untuk menjaga rasa manis alami, sementara permintaan luar daerah dan luar negeri terkadang memerlukan kematangan lebih rendah.

Ke depan, pengembangan produk turunan mangga juga akan terus ditingkatkan agar diversifikasi pangan semakin luas dan nilai jual semakin tinggi. Dengan keberhasilan Festival Mangga Pemalang, Desa Penggarit membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu mendorong perekonomian dan membawa nama daerah ke panggung internasional.( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *