AMKMedianews.co.id, Brebes – Dinding-dinding usang yang selama puluhan tahun melindungi Ibu Rastip (60) dari terik dan hujan kini mulai ditanggalkan. Namun, pembongkaran rumah di Dukuh Kopi, Desa Cikuya, Kabupaten Brebes ini bukan membawa duka, melainkan tangis haru kebahagiaan. Melalui program TMMD Reguler ke-127, Kodim 0713/Brebes resmi memulai renovasi hunian milik lansia tersebut, Kamis (12/2).
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kali ini menempatkan perbaikan kualitas hunian sebagai prioritas utama. Sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat setempat terlihat jelas saat mereka bahu-membahu meruntuhkan konstruksi lama untuk digantikan dengan bangunan yang lebih kokoh dan sehat.”Saya hanya bisa bersyukur kepada Allah. Selama ini saya tidak punya biaya untuk memperbaiki rumah. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli pada rakyat kecil seperti saya,” tutur Ibu Rastip dengan suara yang terbata-bata karena haru.
Komandan Kodim 0713/Brebes sekaligus Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas teritorial. Menurutnya, membantu warga yang kesulitan merupakan panggilan jiwa dan tanggung jawab moral institusi.”Melihat senyum Ibu Rastip adalah kebanggaan bagi kami. TMMD adalah bukti nyata bahwa TNI akan selalu manunggal dengan rakyat. Kami hadir untuk memberikan solusi nyata atas kesulitan yang dihadapi warga di pelosok,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo saat memantau langsung proses pengerjaan di lapangan.
Selain sasaran fisik berupa renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), TMMD ke-127 di Desa Cikuya ini juga mencakup pembangunan infrastruktur penting lainnya. Mulai dari pengerasan jalan desa hingga normalisasi sistem drainase guna mempercepat roda ekonomi masyarakat pedesaan.
Langkah kolaboratif antara TNI, Pemerintah Daerah, dan partisipasi aktif warga ini diharapkan mampu menciptakan standar hidup yang lebih baik. Dengan hunian yang layak dan infrastruktur yang memadai, Desa Cikuya diproyeksikan menjadi wilayah yang lebih sehat dan mandiri di masa depan.**( Joko Longkeyang).

















