banner 728x250

Tiga Usulan Gubernur Ahmad Luthfi Disetujui Kementerian: Solusi Nyata Atasi Banjir

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam menuntaskan persoalan banjir di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak berbuah hasil konkret. Tiga usulan strategis yang diajukan Pemprov Jawa Tengah kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya disetujui dan siap dieksekusi.

Langkah cepat ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat pesisir Jawa Tengah yang kerap terdampak banjir setiap musim hujan.“Kami ajukan tiga langkah strategis agar penanganan banjir tidak lagi bersifat reaktif, tetapi terencana dan berkelanjutan. Kami ingin warga bisa beraktivitas dengan normal tanpa gangguan genangan air,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025).

Usulan pertama yang disetujui oleh Kementerian PUPR adalah penambahan pompa air di beberapa titik penting, seperti di kawasan Sayung, Demak, dan Kota Semarang. Penambahan ini dinilai menjadi langkah krusial untuk mempercepat pengeringan genangan banjir, terutama di daerah rendah dan dekat garis pantai.

Usulan kedua adalah normalisasi sungai-sungai besar yang melintasi wilayah Semarang dan Demak. Beberapa sungai yang akan dinormalisasi di antaranya berada di kawasan Sayung, Kaligawe, dan Genuk. Normalisasi ini bertujuan memperlancar aliran air dari permukiman menuju laut serta mengurangi risiko meluapnya sungai saat curah hujan tinggi.

Sedangkan usulan ketiga adalah pengerukan Kolam Retensi Terboyo, salah satu kolam penampung utama air hujan di Kota Semarang. Pengerukan dilakukan untuk mengembalikan daya tampung maksimal kolam yang selama ini berkurang akibat sedimentasi.“Normalisasi dan pengerukan penting sebagai antisipasi jangka panjang. Kita tidak ingin banjir kembali terjadi saat curah hujan meningkat pada akhir tahun,” jelas Luthfi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, menegaskan bahwa pemerintah pusat sepenuhnya mendukung langkah cepat Gubernur Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama keberhasilan penanganan banjir secara menyeluruh.“Kami mendukung penuh langkah Pak Gubernur. Lima pompa baru dengan total kapasitas 2.000 liter per detik akan segera dikirim ke Demak dan Semarang. Kami juga segera melaksanakan pengerukan Kolam Retensi Terboyo serta normalisasi sungai untuk memperbesar kapasitas tampung air,” ujarnya.

Dwi menambahkan, pompa-pompa berkapasitas 5×500 liter per detik akan didatangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Solo. Selain itu, pompa lama di Muktiharjo juga akan diganti agar kinerja sistem drainase semakin optimal.

Tim teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY sudah bergerak di lapangan. Mereka bekerja sama untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan saluran drainase, sehingga seluruh sistem penanganan air bekerja secara efektif.

Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, saat ini kapasitas pompa di empat titik utama — Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru — telah mencapai 30.360 liter per detik. Dengan adanya tambahan lima pompa baru dari Kementerian PUPR, daya serap air akan meningkat signifikan.

Dari sisi infrastruktur pendukung, BBPJN Jateng–DIY juga tengah mengerjakan sodetan Sungai Sayung sepanjang 168 meter, dengan masa pengerjaan 65 hari dan anggaran Rp6,4 miliar bersumber dari APBN. Di lokasi sodetan tersebut, akan dibangun dua unit rumah pompa berkapasitas 50 liter per detik yang menyalurkan air langsung ke Kolam Retensi Terboyo.

Untuk memperkuat sistem drainase, saluran sementara atau temporary channel juga akan diperlebar dari 10 meter menjadi lebih lebar, serta dilakukan pembongkaran pipa aramco di muara Sungai Babon agar aliran air menuju laut semakin lancar.“Kami menargetkan seluruh sistem pompa dan saluran ini terintegrasi sepenuhnya pada awal 2026. Dengan begitu, dampak banjir dapat ditekan secara signifikan,” ujar Dwi.

Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian PUPR ini menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh.“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar hasilnya maksimal,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.

Gubernur menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Dengan direalisasikannya tiga usulan penting tersebut, masyarakat di wilayah Semarang dan Demak kini memiliki harapan baru untuk terbebas dari genangan air dan kerugian akibat banjir tahunan. Program ini juga diharapkan mampu memulihkan aktivitas ekonomi lokal, terutama di sektor transportasi, perdagangan, dan pertanian.“Banjir selama ini menjadi momok yang menahan laju ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin Semarang dan Demak akan lebih tangguh menghadapi musim hujan,” pungkas Luthfi optimistis.( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *