banner 728x250

Tekan Inflasi Hingga ke Desa, Pemkab Pemalang Gelar Pasar Murah di Pulosari

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang terus memperkuat langkah mitigasi ekonomi melalui penyelenggaraan pasar murah. Agenda yang dipusatkan di Balai Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Rabu (25/2/2026), ini menjadi instrumen penting dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H. 

​Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa pasar murah merupakan bagian dari pengawasan ekonomi ketat yang terpantau hingga tingkat kementerian. Menurutnya, stabilitas harga di tingkat desa menjadi barometer keberhasilan pengelolaan ekonomi nasional.​”Inflasi adalah atensi serius dari Pemerintah Pusat dan Kementerian Keuangan. Kegiatan di level desa seperti ini terpantau langsung oleh Kementerian Dalam Negeri. Ini bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan upaya strategis nasional untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Anom di sela-sela peninjauan.

​Ia menambahkan, perluasan lokasi pasar murah dilakukan guna memastikan intervensi harga menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan, sehingga perekonomian lokal dapat tetap bergerak stabil.

​Program ini melibatkan kolaborasi luas antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, hingga TP PKK Kabupaten Pemalang. Ketua TP PKK Pemalang, Noor Faizah Maenofie, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya difokuskan pada penyediaan kebutuhan pelengkap hari raya, terutama di wilayah dengan kategori kemiskinan ekstrem.​”Kami menyediakan kue kering dan sirup bersubsidi untuk melengkapi bahan pokok yang disediakan OPD. Kami berharap ini juga menjadi pemicu bagi pelaku UMKM desa agar produk mereka bisa lebih dikenal di masa depan,” kata Noor Faizah.

​Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskumdag) Pemalang, Rosi Kartika Dewi, melaporkan bahwa sasaran utama pasar murah ini adalah masyarakat kategori desil 1 dan 2. Selain Desa Clekatakan, rangkaian kegiatan ini juga menyasar Desa Tundagan, Bulakan, dan Serang, sebelum ditutup di Pendopo Kabupaten pada 12 Maret mendatang.

​Berbagai paket yang disediakan meliputi:

  • Paket Sembako Diskumdag: 700 paket berisi beras 3 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kg.
  • Komoditas Pangan: Beras SPHP 5 kg dan telur ayam dengan harga subsidi dari Dinas Pertanian dan Pangan.
  • Paket BUMD: Beras, mi instan, gula, dan minyak goreng seharga Rp57.000 per paket.
  • Kebutuhan Lebaran: Produk biskuit, susu, dan wafer bersubsidi dari kontribusi BUMN dan PKK.

​Tak hanya urusan perut, Pemkab Pemalang juga menghadirkan pelayanan publik jemput bola, seperti pengurusan administrasi kependudukan oleh Disdukcapil serta pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan.

​Aliyah, salah seorang warga Dusun Sarwodadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya potongan harga hingga 50 persen dibanding harga pasar. “Harganya sangat murah dan sangat membantu persiapan Lebaran kami. Harapannya, kuota paket bisa ditambah lagi tahun depan,” ungkapnya.**( Joko Longkeyang)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *