banner 728x250

Spiritualitas di Pendopo: Ayat Suci Mengalun demi Pemalang Sejahtera

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Di tengah hiruk-pikuk persiapan perayaan hari lahir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang memilih sejenak melangitkan doa. Kamis (22/1), Pendopo Kabupaten berubah menjadi majelis ilmu yang syahdu saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan dalam agenda Sema’an Al-Qur’an sebagai rangkaian menyambut Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dalam kegiatan yang sarat makna religius tersebut. Menurutnya, tradisi sema’an ini merupakan pengejawantahan rasa cinta masyarakat dan pemerintah terhadap daerah yang kini mengusung tema besar “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera”.”Kami menyadari bahwa tugas membangun daerah ini memerlukan sandaran spiritual. Oleh karena itu, kami memohon doa dari para ulama dan sesepuh agar diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya,” ujar Anom dengan nada rendah hati.

Lebih dari sekadar seremoni, Anom berharap lantunan Al-Qur’an tersebut membawa keberkahan bagi seluruh jengkal tanah Pemalang. Ia menginginkan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, mencari nafkah dengan tenang, serta senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.”Ini adalah upaya kita mengetuk pintu rahmat Allah SWT agar Pemalang dijauhkan dari marabahaya, bencana, maupun segala bentuk ketidakbaikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyelipkan janji reflektif. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten tetap konsisten melakukan pembenahan internal. Fokus utama pembangunan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga, tanpa terkecuali, baik yang bermukim di garis pantai utara hingga yang berada di lereng Gunung Slamet.”Pemerintah akan terus memperbaiki diri. Kami ingin Pemalang menjadi kota yang tetap memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi penghuninya, berapapun skala kotanya,” tambah Anom penuh optimisme.

Suasana haru dan penuh kekeluargaan kian terasa saat Bupati melakukan prosesi potong tumpeng. Potongan pertama diserahkan kepada Kyai Munawir sebagai simbol penghormatan kepada tokoh agama sekaligus bentuk syukur atas terlaksananya kegiatan yang menyatukan tekad untuk membangun Pemalang yang lebih baik. ( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *