AMKMedianews.com, Pemalang — Deru mesin kendaraan di simpang empat lampu merah Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terasa berbeda pada Sabtu (31/1/2026) pagi. Di tengah hiruk-pikuk arus lalu lintas, alunan musik dan suara merdu para seniman membubung, membawa misi kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Kecamatan Pulosari.
Aksi kolektif bertajuk “Lintas Seniman Kabupaten Pemalang Peduli” ini menjadi potret gotong royong warga dalam merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Pemalang bagian selatan baru-baru ini.

Diprakarsai oleh Persatuan Artis Musik Indonesia (PAMDI) Kabupaten Pemalang, kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen komunitas dan sektor usaha. Mulai dari Paguyuban Keluarga Entertainment Pemalang (Pakep), Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI), hingga organisasi profesi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DPC Pemalang.
Ketua PAMDI Kabupaten Pemalang, Haji Aryo, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk panggilan nurani dari para pegiat seni. “Kehadiran kami di sini adalah untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pulosari dan sekitarnya,” tuturnya di sela-sela aksi.
Tidak hanya musisi, solidaritas ini juga diperkuat oleh dukungan dari komunitas kreatif dan sektor swasta, seperti:
Komunitas Orkes Dangdut Original Musik ( Kodok Band). Pasuduluran Sound System Pemalang Ikhlas (PASSPI),Sembong (Seniman Mbolang) dan Orkes Jadoel Sinar Harapan. Dukungan logistik dari Hotel Sentana Mulia, Warung HW, serta Cakrawala Printing Solution.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga pukul 14.00 WIB ini berhasil menarik perhatian para pengguna jalan. Banyak pengendara mobil maupun sepeda motor yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya ke dalam kotak donasi yang disediakan.
Ketua Pelaksana Donasi, Untung Teguh Santosa, mengapresiasi tingginya rasa empati masyarakat Pemalang. Menurutnya, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi para penyintas bencana yang saat ini tengah berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan infrastruktur mereka.”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Pulosari,” ujar Untung.
Gerakan ini membuktikan bahwa di tengah situasi darurat, kolaborasi lintas sektor—mulai dari seniman, pengusaha, hingga masyarakat umum—menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan sosial pascabencana.( Joko Longkeyang).

















