
AMKMedianews.com, Pemalang — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 Kodim 0711/Pemalang melaksanakan pembangunan talud di Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Pekerjaan tersebut bertujuan memperkuat infrastruktur desa dan meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko longsor dan kerusakan jalan akibat erosi.
Kapten Cba Supardi, S.H., Danramil 05/Ulujami Kodim 0711/Pemalang, yang memimpin langsung kegiatan di lapangan, menjelaskan bahwa pembuatan talud ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD Sengkuyung Tahap IV di wilayahnya. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat setempat.”Kami bersama masyarakat bahu membahu dalam melaksanakan pembangunan talud ini. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur desa, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan warga,” ujar Kapten Supardi.
Menurutnya, partisipasi aktif warga Desa Sukorejo sangat tinggi, dengan mereka ikut membantu tenaga dan material demi kelancaran proyek tersebut. Semangat gotong royong yang tinggi menjadi kekuatan utama dalam TMMD, menciptakan sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa.”Semangat gotong royong warga luar biasa. Inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD — sinergi antara TNI dan rakyat untuk membangun desa,” tambah Kapten Supardi.
Selain kegiatan fisik berupa pembangunan talud, program TMMD Sengkuyung juga menyelenggarakan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan wilayah.
Program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di wilayah Kodim 0711/Pemalang ini juga merupakan kontribusi nyata TNI dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
Dengan selesainya pembangunan talud, diharapkan akses warga menuju berbagai fasilitas akan menjadi lebih lancar, dan lingkungan sekitar lebih aman dari ancaman erosi atau kerusakan infrastruktur akibat curah hujan yang tinggi.**( Joko Longkeyang )
















