AMKMedianews.com, Grobogan – Proses pemulihan akses utama yang menghubungkan Semarang dan Godong terus menunjukkan tren positif. Setelah sempat lumpuh total akibat kerusakan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini menargetkan jalan di Desa Tinanding, Kabupaten Grobogan, tersebut dapat beroperasi kembali secara fungsional pada tujuh hari sebelum Lebaran (H-7).
Upaya perbaikan pada ruas jalan KM 35 ini dilakukan secara maraton, siang dan malam. Langkah ini diambil untuk memastikan salah satu jalur logistik terpenting di Jawa Tengah tersebut siap menyambut lonjakan kendaraan saat arus mudik mendatang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau langsung situasi di titik kerusakan pada Senin (2/3/2026). Dalam tinjauannya, ia menekankan pentingnya kualitas perkerasan jalan agar mampu menahan beban kendaraan saat dibuka nanti.”Target utama adalah H-7 Lebaran jalan sudah mengeras dan layak dilalui. Jika titik ini rampung, fokus tim akan segera dialihkan untuk memperbaiki jalur-jalur alternatif di tingkat kabupaten,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela pengecekan teknis.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jateng, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan bahwa progres pengerjaan kini telah menyentuh angka 75 persen. Meski awalnya direncanakan menggunakan jembatan darurat, pihak dinas akhirnya memilih melakukan betonisasi permanen.”Kami memutuskan membangun ulang badan jalan sepanjang 60 meter dengan beton bertulang. Ini jauh lebih kokoh dibandingkan opsi jembatan sementara,” jelas Henggar.
Tanggul Sungai Tuntang yang sebelumnya jebol pada pertengahan Februari lalu memang sudah berhasil ditutup rapat. Namun, tim di lapangan masih bergelut dengan rembesan air sungai yang sedikit menghambat durasi pengeringan beton dasar jalan.
Pemerintah optimistis, dengan sisa waktu dua minggu, jalur penghubung Purwodadi–Semarang ini akan kembali normal. Selain demi kelancaran mudik, pemulihan cepat ini diharapkan mampu membangkitkan kembali roda ekonomi warga lokal yang sempat terhambat akibat terputusnya akses transportasi. **(Joko Longkeyang).

















