banner 728x250

Pipa Utama Diterjang Banjir, 2.343 Pelanggan PDAM Pemalang Krisis Air

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Amuk banjir bandang di Kecamatan Pulosari menyisakan persoalan krusial bagi ribuan rumah tangga. Tak hanya merusak pemukiman, terjangan air bah juga menghancurkan jaringan pipa distribusi milik Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang. Akibatnya, pasokan air bersih di empat desa kini lumpuh total.

​Plt. Direktur Utama Perumda Tirta Mulia, Moch. Arief Setiawan, melakukan inspeksi darurat ke lokasi kerusakan di Jembatan Kaliagung, Desa Nyalembeng, Sabtu (24/1). Berdasarkan hasil tinjauan bersama jajaran teknik, kerusakan ini tergolong masif karena memutus urat nadi distribusi utama di wilayah lereng Gunung Slamet.”Dari delapan titik jembatan pipa yang kami operasikan di Pulosari, lima di antaranya rusak berat diterjang banjir bandang. Kondisi ini membuat distribusi air ke pelanggan terhenti sepenuhnya,” ujar Moch. Arief Setiawan.

​Dampak kerusakan infrastruktur ini dirasakan langsung oleh ribuan warga. Perumda Tirta Mulia mencatat sebanyak 2.343 pelanggan atau hampir 90 persen dari total pengguna jasa di Kecamatan Pulosari kini kesulitan akses air bersih. Empat wilayah yang terdampak paling parah meliputi Desa Pulosari, Nyalembeng, Cikendung, dan Penakir.

​Hingga saat ini, manajemen PDAM Pemalang masih melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap material perbaikan yang dibutuhkan. Kendati demikian, faktor cuaca ekstrem yang masih menyelimuti wilayah hulu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas lapangan.”Tim teknis Area Divisi Pulosari sudah bergerak melakukan perbaikan pipa secara bertahap. Namun, kami harus tetap mengutamakan aspek keamanan personel mengingat kondisi lapangan yang masih labil,” tambahnya.

​Guna mengantisipasi krisis sanitasi bagi para korban bencana, Perumda Tirta Mulia bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Pemalang telah menyiagakan armada truk tangki. Dua unit truk tangki air bersih dikerahkan secara kontinu untuk menyasar pemukiman warga dan titik-titik pengungsian.”Kami jamin kebutuhan air bersih untuk warga dan pengungsi tetap terpenuhi melalui suplai tangki selama proses pemulihan jaringan berlangsung,” tegas Arief.

​Pihak PDAM mengimbau pelanggan yang terdampak untuk menampung air secara bijak jika aliran mulai kembali mengalir secara bertahap nantinya. Perbaikan jaringan permanen diprediksi akan terus dilakukan hingga sistem distribusi kembali normal sepenuhnya. ( Joko Lingkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *