banner 728x250

Pekalongan Terkepung Air, Pemprov Jateng “Gas Pol” Kirim 12 Pompa dan Logistik Masif

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pekalongan – Upaya “perang” melawan banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan terus ditabuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, belasan unit pompa raksasa dan bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah dikerahkan ke titik-titik krusial demi memastikan warga tidak sendirian menghadapi bencana.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bekerja ekstra cepat dan memotong birokrasi yang menghambat bantuan. Baginya, setiap detik sangat berharga bagi warga yang terdampak genangan.

​”Apa yang diperlukan pengungsi, segera tangani!” tegas Ahmad Luthfi dengan nada instruktif, menekankan pentingnya kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.

Kondisi Pekalongan yang secara geografis merupakan daerah cekungan membuat air sulit mengalir ke laut secara alami. Menanggapi hal ini, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catur Penanggungan, menjelaskan strategi “keroyokan” pompa.”Sesuai perintah Gubernur, kami kerahkan 12 unit pompa mobile. Delapan dari DPUPR Jateng, sisanya kami datangkan dari Demak, Kota Semarang, Solo, hingga Pemalang untuk mempercepat penyedotan air,” urai Bergas, Selasa (10/2/2026). Selain itu, tanggul-tanggul yang kritis dipertebal menggunakan ribuan kantong pasir bersama aparat TNI-Polri.

​Bantuan dana pun mengalir deras. Dari data yang dihimpun, total bantuan logistik tahap awal mencapai lebih dari Rp359 juta, disusul bantuan susulan senilai Rp187 juta melalui berbagai dinas, serta donasi dari Korpri Jateng sebesar Rp25 juta.

​Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Maskur, memastikan bahwa kebutuhan pangan dan sandang di pengungsian menjadi prioritas yang tidak boleh terabaikan. Pihaknya berupaya mengubah suasana pengungsian agar tetap layak dan manusiawi.​”Logistik untuk makan, peralatan evakuasi, hingga selimut sudah kami distribusikan. Kami ingin warga merasa aman dan nyaman di pengungsian sementara ini. Harapannya, dengan pompa yang bekerja maksimal, banjir segera surut dan warga bisa kembali ke rumah,” pungkas Imam.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *