banner 728x250

Pangkas Birokrasi, Luthfi Rombak Total SOTK Jawa Tengah

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang  – Gerbong birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi berganti wajah. Melalui pemberlakuan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) terbaru, sejumlah dinas strategis kini dilebur menjadi satu. Langkah berani ini diambil untuk memangkas sekat birokrasi dan memastikan program pembangunan bergerak lebih kencang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa reorganisasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan upaya sinkronisasi total dengan nomenklatur pemerintah pusat. Dengan struktur yang lebih ramping, diharapkan koordinasi lintas sektor menjadi lebih efektif.”Penyederhanaan ini adalah kunci akselerasi. Kita integrasikan urusan yang serumpun, seperti pertanian dan peternakan, agar selaras dengan visi misi nasional,” ungkap Ahmad Luthfi usai memimpin pelantikan massal 1.049 pejabat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (15/1).

Perubahan mencolok terlihat pada penggabungan sektor-sektor kunci. Bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif kini bersatu di bawah bendera Disbudparekraf yang dinakhodai Hanung Triyono. Strategi serupa diterapkan pada sektor pangan; pertanian, peternakan, hingga perkebunan kini dikelola satu pintu oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) di bawah kepemimpinan Defransisco Dasilva Tavares.

Sektor infrastruktur pun diperkuat. Urusan pekerjaan umum dan penataan ruang kini dikonsolidasikan pada Dinas PUPR yang dipimpin oleh Henggar Budi Anggoro. Sementara itu, posisi strategis lainnya diisi oleh Sadimin sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Muhamad Masrofi sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Prosesi pelantikan ini melibatkan 46 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, di mana sembilan di antaranya merupakan wajah baru berdasarkan rekomendasi BKN. Selain itu, terdapat 380 Pejabat Administrator dan 623 Pejabat Pengawas yang turut mengucap sumpah jabatan.

Ahmad Luthfi memastikan bahwa masa transisi ini sudah diperhitungkan dengan matang, termasuk mengenai pembagian fasilitas kerja. “Semua sudah diatur, termasuk pembagian kantor dinas agar operasional tetap berjalan tanpa hambatan,” jelasnya.

Di penghujung arahannya, Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan SOTK baru ini sangat bergantung pada integritas individu. Ia menuntut para pejabat untuk segera menanggalkan ego sektoral dan mengutamakan kerja tim.”Pejabat baru harus mampu berkolaborasi. Kita butuh birokrasi yang solid, profesional, dan cepat dalam melayani masyarakat. Adaptasi harus dilakukan sesegera mungkin,” tegasnya. **( Rangga Firrera)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *