banner 728x250

Kejar Target Mudik 2026, Jateng Tambal 90 Lubang Jalan Setiap Hari!

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai “tancap gas” memuluskan jalur transportasi di seluruh wilayahnya. Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan percepatan perbaikan jalan guna menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Targetnya cukup ambisius: seluruh ruas jalan provinsi harus sudah dalam kondisi prima dan bebas lubang sebelum hari raya tiba.

​Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini memang menjadi tantangan berat bagi infrastruktur jalan. Namun, Pemprov Jateng memastikan pengerjaan di lapangan tetap berjalan secara masif.”Kami ingin memastikan konektivitas antarwilayah aman untuk mobilitas warga. Targetnya, sebelum Lebaran, jalan di Jawa Tengah sudah mulus dan mantap untuk dilalui,” tegas Ahmad Luthfi saat meninjau proyek di Semarang, Jumat (13/2/2026).

​Bukan sekadar wacana, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp676 miliar untuk menuntaskan 106 paket pengerjaan jalan di 35 kabupaten/kota. Dalam kunjungan terbarunya, Gubernur juga meresmikan tiga ruas jalan hasil preservasi dengan nilai proyek mencapai Rp77 miliar, yaitu ruas Brigjen Sudiarto, Semarang-Godong, dan Weleri-Patean.

​Meskipun tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini sudah berada di angka 94 persen, kemunculan lubang-lubang baru akibat genangan air tetap menjadi prioritas penanganan.

​Berdasarkan data terkini, terdeteksi sekitar 4.700 titik jalan berlubang yang tersebar di Jawa Tengah. Khusus di Kota Semarang, jumlahnya sempat menyentuh angka 1.000 titik. Tim teknis kini bekerja ekstra dengan rata-rata kemampuan menambal hingga 90 lubang setiap harinya.”Kapasitas ini akan terus kita tingkatkan dengan menambah peralatan di lapangan. Kita ingin saat masyarakat mulai mudik, seluruh titik kerusakan itu sudah tertutup aspal mulus,” tambah Luthfi.

​Untuk mempercepat deteksi kerusakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng kini membuka kanal pelaporan daring yang aktif selama 1×24 jam. Masyarakat diajak aktif melaporkan kerusakan jalan melalui aplikasi atau platform resmi yang tersedia agar dapat segera ditangani oleh petugas.

​Ahmad Luthfi juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk bersinergi dalam memperbaiki jalan di wilayah masing-masing. Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menjamin keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperlancar arus distribusi logistik menjelang Lebaran.**( Joko Longkeyang)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *