AMKMedianews.com, Pemalang – Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendadak riuh dengan aspirasi para pedagang yang mencari keadilan. Dalam audiensi yang digelar pada Senin (12/1), Anggota Fraksi PPP Komisi C, DR. Mahbub Djunaidi, S.E., M.Si., secara lantang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang untuk memberikan penanganan khusus bagi PKL korban kebakaran Pasar Pagi yang hingga kini belum tersentuh bantuan.
Mahbub secara langsung menginstruksikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, Rosi Kartika Dewi, agar melakukan validasi ulang terhadap data pedagang. Ia menyoroti adanya pedagang yang “tersisih” hanya karena dianggap tidak aktif, padahal mereka merupakan korban nyata dari musibah yang terjadi pada 23 Desember 2025 lalu.”Saya minta Kepala Dinas agar mereka ditampung dan datanya ‘distabilo’ (ditandai khusus). Saya agak ngotot karena lokasi kebakaran ini sangat dekat dengan rumah saya, saya tahu persis beban mereka. Kualitas dan kuantitas bantuan harus ditingkatkan,” ujar Mahbub dengan nada tegas di hadapan jajaran eksekutif dan legislatif.

Koordinator pedagang, Fajari, mengungkapkan kegundahan para korban yang dicoret dari daftar penerima manfaat. Menurutnya, label “kurang aktif” yang disematkan Pemda sangat tidak adil. Kondisi pasar yang sepi memaksa para pedagang berjualan di luar kawasan atau mengikuti pasar tiban demi menutupi kebutuhan sehari-hari.”Kami memiliki lapak di lokasi yang sama dan isi dagangan kami pun ikut ludes terbakar. Kami mencari nafkah di luar karena pasar sepi, tapi kami tetap pedagang sah di sini. Kami berharap ada keadilan sebagaimana sila kedua Pancasila,” tutur Fajari dalam diskusi tersebut.
Harapan besar digantungkan para pedagang agar bantuan dapat segera cair sebelum momentum Lebaran tiba. Dana tersebut direncanakan untuk modal usaha serta persiapan perapian tempat berjualan sementara yang dijanjikan pemerintah.
Audiensi ini juga dihadiri oleh sederet legislatif, di antaranya Wakil Ketua DPRD Aris Ismail (Golkar), Ketua Komisi C Happy Priyanto (Golkar), Ajeng Triyani (PKB), Sri Hartati (Gerindra), serta Zahindun Al Alim (Golkar). Kehadiran lintas fraksi ini menunjukkan dukungan kuat terhadap penyelesaian konflik data bantuan tersebut.
Meski menuntut gerak cepat, Mahbub tetap mengimbau para pedagang untuk mematuhi koridor aturan yang berlaku. Sementara itu, pihak dinas terkait bersama Baznas berkomitmen untuk meninjau kembali masukan dari audiensi tersebut guna memastikan tidak ada warga yang terabaikan di tengah musibah. ( Joko Longkeyang).

















