banner 728x250

Jalan Usaha Tani Rusak Diterjang Banjir, Slamet Ramuji Katakan Biaya Operasional Petani Membengkak

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Visi ketahanan pangan yang digelorakan pemerintah saat ini menghadapi tantangan serius di tingkat tapak. Di Kabupaten Pemalang, cuaca ekstrem yang memicu banjir besar telah melumpuhkan sebagian besar sektor pertanian. Tidak hanya merusak tanaman, bencana ini juga menghancurkan infrastruktur krusial berupa Jalan Usaha Tani (JUT).

​Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB, Slamet Ramuji, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur pertanian pascabanjir. Menurut legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Bodeh, Comal, dan Ulujami ini, perbaikan akses jalan bagi petani harus menjadi prioritas mendesak.​”Ketahanan pangan adalah pilar utama pemerintah saat ini. Namun, banjir yang melanda Pemalang baru-baru ini justru memukul telak masyarakat bawah, khususnya di sektor tanaman pangan dan hortikultura,” ujar Slamet dalam wawancara via WhatsApp, Rabu (11/2/2026).

​Ia menyoroti kondisi Jalan Usaha Tani yang saat ini banyak mengalami kerusakan parah. Slamet menegaskan, jika infrastruktur ini tidak segera dibenahi sebelum memasuki masa panen raya, maka biaya logistik yang harus ditanggung petani akan melonjak drastis.​”Jika musim panen tiba sementara kondisi jalan masih rusak parah, otomatis beban biaya angkut menjadi jauh lebih mahal. Ini tentu kontradiktif dengan upaya menyejahterakan petani,” tambah politikus PKB tersebut.

​Ia mendesak instansi terkait untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur tani di seluruh wilayah terdampak banjir. Langkah ini dinilai krusial agar rantai distribusi pangan lokal tidak terganggu dan stabilitas ekonomi petani di Kabupaten Pemalang tetap terjaga.( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *