AMKMedianews.com, Pemalang – Riuh rendah suara tabuhan marching band dan derap langkah ribuan peserta memeriahkan jantung Kota Pemalang, Minggu (25/1). Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang, jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, turun langsung membaur bersama rakyat dalam gelaran Kirab Gunungan Hasil Bumi.
Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Pemalang ini mengusung tajuk “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera”. Sedikitnya 3.000 peserta, mulai dari pelajar, Laskar Benowo, hingga perangkat desa, berparade melintasi Jalan Jenderal Sudirman menuju City Walk dengan membawa simbol kemakmuran berupa gunungan hasil bumi.”Ini bukan sekadar pawai, melainkan cerminan kemanunggalan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah bersama rakyat. Kita bersyukur atas limpahan hasil bumi sekaligus menjaga khazanah budaya lokal,” ujar Letkol Inf Muhammad Arif di sela-sela kegiatan.
Nuansa kekeluargaan semakin terasa saat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dahar sareng atau makan bersama. Tradisi ini menjadi penegasan bahwa di usia yang hampir mencapai setengah milenium, persatuan warga Pemalang tetap kokoh.
Dalam pidatonya, Bupati Anom tidak hanya bicara soal perayaan. Ia secara khusus menitipkan pesan empati bagi warga di beberapa kecamatan yang saat ini tengah didera musibah bencana. Menurutnya, perayaan ini harus menjadi pemantik optimisme agar Pemalang segera pulih dan bangkit.”Momentum hari jadi ini adalah cahaya harapan. Di satu sisi kita merayakan syukur, di sisi lain pemerintah berkomitmen penuh hadir bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tegas Bupati.
Kemeriahan karnaval yang menempuh rute dari GOR Kridanggo hingga berakhir di Djogja Mall tersebut ditutup dengan aksi simbolis yang menyentuh. Para pejabat Forkopimda menyerahkan hasil bumi dari gunungan kirab langsung kepada warga.
Prosesi ini dimaknai sebagai distribusi keberkahan, di mana hasil alam Pemalang diharapkan mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hingga acara usai, situasi terpantau tertib dan aman, meninggalkan kesan mendalam bagi warga yang memadati bahu jalan sepanjang rute kirab.( Rangga Firrera).

















