banner 728x250

Gubernur Ahmad Luthfi Tegas: Kaligawe Harus Kering!

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan banjir di kawasan Kaligawe, Semarang, yang selama ini menjadi titik langganan genangan air. Dengan nada tegas, ia menyatakan, “Kaligawe kudu asat!” yang berarti Kaligawe harus kering, di hadapan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR saat melakukan peninjauan lapangan di Kolam Retensi Terboyo, Kamis (30/10).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyoroti lambannya penanganan banjir dan meminta agar langkah konkret segera dilakukan. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menurunkan prajurit TNI guna membantu pengerukan sedimentasi di area terdampak.“Pokoknya Kaligawe kudu asat. Kalau masih berkutat pada diskusi soal konstruksi, sementara masyarakat sudah berteriak, maka tidak ada gunanya. Tambah saja pompanya,” tegasnya.

Menurutnya, pengeringan kawasan Kaligawe menjadi langkah awal penting dalam menuntaskan persoalan banjir yang selama ini mengganggu permukiman warga dan jalur transportasi Pantura.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana kini mempercepat proses pengerukan serta optimalisasi sistem pengendalian banjir. Sebanyak 38 unit pompa telah dioperasikan di empat titik utama, yakni Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru, dengan total kapasitas 30.360 liter per detik.

Rincian pompa tersebut meliputi 7 unit pompa eksisting berkapasitas 14 m³/detik, 3 unit floating pump dengan kapasitas 6 m³/detik, serta 28 unit mobile pump yang mampu menyedot hingga 10,36 m³/detik.

Selain memaksimalkan pompa air, dilakukan pula operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat penyurutan air, disertai evakuasi warga di kawasan terdampak yang ketinggian airnya mencapai sekitar 90 sentimeter.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah percepatan yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah. Ia menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Gubernur dengan memperlebar saluran dan menambah kapasitas pompa.“Kita tindak lanjuti segera. Tadi diminta untuk diperlebar, dan kami akan koordinasikan. Kalau pompanya, kami siapkan. Yang penting, Kaligawe harus segera surut agar air bisa masuk ke kolam retensi Terboyo, lalu dialirkan ke Sungai Babon. Itu akan mempercepat pemulihan jalur nasional,” jelas Dwi.

Sinergi antara BBWS Pemali Juana, BBPJN Jateng-DIY, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu mewujudkan sistem drainase yang terintegrasi, sehingga penanganan banjir di wilayah Semarang-Demak menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.( Joko Longkeyang ).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *