AMKMedianews.com, SEMARANG – Suasana Kelenteng Sam Poo Kong mendadak riuh pada Sabtu sore, 14 Februari 2026. Kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menjadi magnet tersendiri dalam rangkaian persiapan puncak perayaan Imlek Vaganza Harmoni Nusantara 2026.
Didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Wapres meninjau langsung kesiapan kelenteng bersejarah tersebut. Kedatangan rombongan sekitar pukul 15.00 WIB disambut hangat oleh atraksi memukau Tonggak Barongsai yang meliuk-liuk enerjik, melambangkan semangat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, Imlek di Sam Poo Kong adalah manifestasi nyata dari persatuan lintas budaya yang ada di Indonesia.”Kita harus nguri-uri (melestarikan) budaya ini. Perayaan ini adalah simbol harmoni Nusantara yang memperkuat identitas kita sebagai bangsa yang toleran,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela kunjungan.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah provinsi mendukung penuh acara ini karena efek dominonya yang luar biasa terhadap ekonomi kerakyatan. Berdasarkan data tahun 2025, Sam Poo Kong telah menyedot lebih dari 98.000 wisatawan (gabungan nusantara dan mancanegara), berkontribusi pada total 74,44 juta kunjungan wisata di Jawa Tengah.
Tahun ini, tema “Harmoni Nusantara” diusung sebagai bentuk kolaborasi apik antara pengelola dan pemerintah. Menariknya, jadwal puncak acara yang sedianya digelar Minggu malam, 15 Februari 2026, dimajukan demi menghormati umat Muslim yang akan segera memasuki bulan suci Ramadan.
Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Mulyadi Setia Kusuma, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Selain doa bersama lintas agama, rencananya akan ada revitalisasi salah satu gedung cagar budaya di kompleks kelenteng yang dibangun sejak 1724 tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, optimistis kehadiran tokoh nasional seperti Wapres akan menjadi trigger (pemicu) lonjakan wisatawan ke Kota Atlas. “Dampaknya pasti positif bagi pariwisata dan geliat ekonomi daerah,” tuturnya.**( Joko Longkeyang)

















