banner 728x250

Gebrakan Terpadu Jateng: Kendalikan Inflasi Sambil Sehatkan Warga

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Grobogan – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi program kesejahteraan masyarakat di tengah suasana Ramadan. Melalui penggabungan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan kesehatan Spesialis Keliling (Speling), Pemprov Jateng hadir langsung menjangkau tingkat desa guna memastikan stabilitas harga pokok sekaligus kualitas kesehatan warga tetap terjaga.

​Program integrasi ini terlihat nyata di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, pada Senin (2/3/2026). Di lokasi tersebut, pemerintah menggelontorkan subsidi pangan dengan total nilai mencapai Rp111 juta.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau langsung proses penyaluran bantuan dan layanan kesehatan tersebut. Menurutnya, menghadirkan layanan terpadu dalam satu tempat adalah strategi jitu untuk menarik minat masyarakat sekaligus memudahkan mereka memenuhi kebutuhan dasar.​”Kami menyandingkan program Speling dengan pangan murah dan bantuan sosial agar masyarakat mendapatkan akses layanan yang praktis. Harapan kami, warga bisa sehat sekaligus mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tutur Ahmad Luthfi saat berinteraksi dengan penduduk setempat.

​Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, mengungkapkan bahwa skema GPM ini dirancang agar masyarakat mendapatkan harga setara produsen. Sepanjang periode Februari hingga Maret 2026, ditargetkan ada 308 kegiatan GPM yang tersebar di berbagai titik di Jawa Tengah.​”Kami memberikan fasilitas distribusi mulai dari transportasi hingga bongkar muat. Hasilnya, harga komoditas pokok di lokasi ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasar tradisional,” jelas Rini.

​Di wilayah Grobogan, beberapa komoditas yang diserbu warga antara lain: Beras SPHP dan Premium: Total 4 ton.​ Minyak Goreng: 1.000 liter. Kebutuhan Lain: Telur, gula pasir, hingga aneka cabai dan bawang.

​Selain urusan logistik, capaian layanan kesehatan juga mengalami tren positif. Data hingga akhir Februari 2026 mencatat sebanyak 957 kegiatan Speling telah menjangkau 414 kecamatan di seluruh Jawa Tengah. Sementara itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah melayani lebih dari 2,5 juta jiwa, membuktikan tingginya antusiasme masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah.

​Langkah terpadu ini diharapkan menjadi benteng bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga menjelang Hari Raya Idulfitri, sekaligus memastikan kondisi fisik warga tetap prima selama menjalankan ibadah puasa.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *