banner 728x250

Dugaan Penganiayaan Siswa oleh Oknum Kepala Sekolah di Warungpring, Keluarga Korban Lapor ke Polisi

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

Pemalang|amkmedianews.com, Jawa Tengah – Dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang siswa terjadi di salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah pertama berbasis keagamaan di Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. Keluarga korban menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.


Peristiwa ini diduga melibatkan oknum Kepala Sekolah MTs Salafiyah Almasukuriah yang berada di Desa Datar, Kecamatan Warungpring. Korban diketahui bernama Adri Yasfah Kintara, warga Desa Cebuyur RT 42 RW 06.


Menurut keterangan pihak keluarga, dugaan penganiayaan terjadi dalam dua peristiwa berbeda, yakni pada Senin, 1 Februari 2026 dan Selasa, 9 Februari 2026. Keluarga korban mengaku tidak menerima atas perlakuan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut.


Kami merasa keberatan dan tidak terima atas dugaan pemukulan terhadap anak kami. Kami ingin kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar perwakilan keluarga korban.


Dugaan Intimidasi dan Upaya Mediasi
Keluarga korban juga menyampaikan bahwa mereka sempat membuka ruang mediasi untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, menurut pengakuan keluarga, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.


Selain itu, keluarga korban mengaku merasa terintimidasi oleh oknum Kepala Desa Datar yang diduga membela pihak sekolah. Mereka menyebut adanya sikap yang dinilai tidak berpihak kepada korban.


Pihak keluarga menyatakan berencana melaporkan kasus tersebut ke Polres Pemalang agar mendapat penanganan hukum secara objektif dan transparan.


Permohonan Penanganan Hukum
Keluarga korban juga memohon perhatian dari Kapolres Pemalang, Rendi Setia Permana, agar laporan yang diajukan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


“Kami berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional dan adil, agar tidak ada korban berikutnya,” tambah pihak keluarga.


Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan konfirmasi lebih lanjut demi keberimbangan informasi.

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *