banner 728x250

Dugaan Mark-Up Material Penanganan Longsor Watukumpul Disorot, Oknum UPJI Sebut Ambil Untung Hal Wajar

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

PEMALANG, AMKMEDIANEWS.COM – Dugaan praktik mark-up harga material dalam penanganan darurat bencana longsor di wilayah Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, mulai menjadi sorotan publik.

Isu ini mencuat di tengah upaya warga bersama relawan yang sedang berjuang memulihkan akses jalan yang terputus akibat longsor di sejumlah titik. Salah satu jalur yang terdampak berada di ruas Desa Semingkir menuju Kecamatan Watukumpul.

Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Desa Wisnu. Di lokasi tersebut, Jembatan Mendelem dilaporkan ambruk total sehingga memutus jalur transportasi utama masyarakat.

Di tengah kondisi darurat tersebut, muncul dugaan adanya penggelembungan harga material batu krosok yang digunakan untuk penanganan sementara di lokasi bencana.

Informasi yang dihimpun pada Kamis (5/3/2026) menyebutkan bahwa bantuan material batu krosok yang didatangkan untuk penanganan darurat di wilayah Desa Wisnu mencapai sekitar 30 dump truck. Material tersebut disebut berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Kepala Unit Pengelola Jalan dan Irigasi (UPJI) 1 Watukumpul, Adam Damiri, menyebutkan bahwa harga material batu krosok yang digunakan dalam penanganan tersebut dipatok sekitar Rp1.100.000 per rit.

Namun, harga tersebut memicu pertanyaan dari sejumlah pihak yang menilai nilainya diduga lebih tinggi dibandingkan harga pasaran material sejenis.

Menanggapi hal itu, seorang oknum di UPJI disebut menyampaikan bahwa mengambil keuntungan dalam pengadaan material merupakan hal yang wajar dalam praktik di lapangan.

Pernyataan tersebut justru memicu reaksi dari sejumlah pihak yang menilai bahwa penanganan bencana seharusnya mengedepankan transparansi serta kepentingan masyarakat, bukan mencari keuntungan pribadi.

Hingga saat ini, dugaan mark-up material tersebut masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Publik berharap pihak terkait segera melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Di sisi lain, masyarakat di wilayah Watukumpul berharap akses jalan yang terputus akibat longsor dapat segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kembali normal.

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *