
AMKMedianews.com, Pemalang – Lapangan sepak bola Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi saksi kemeriahan pembukaan Festival Mangga Tahun 2025 pada Sabtu, 1 November 2025. Ribuan warga tumpah ruah menghadiri ajang dua tahunan yang kini telah menjelma menjadi ikon kebanggaan daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.ST.M.K., didampingi oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., serta Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int.
Festival yang digagas oleh Ketua Panitia Hendro Setiawan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Forkopimda Provinsi dan Kabupaten—termasuk Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, Dansatradar 403 Tegal Letkol Lek Indra Febrian Nugraha, dan Kajari Pemalang Rina Idawani—hingga para petani mangga, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.
Simbol Syukur dan Persatuan
Rangkaian pembukaan diawali dengan doa bersama dan laporan penyelenggara, dilanjutkan dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur sebagai tanda resmi dimulainya festival. Momen puncak tradisi tersebut disusul dengan “Grebeg Gunungan Mangga,” sebuah ritual yang melambangkan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen di Pemalang.

Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. Ia menegaskan bahwa Festival Mangga, yang digelar sejak 2016, 2018, 2022, dan kini 2025, merupakan simbol komitmen Pemalang untuk mengembangkan potensi unggulan daerah.”Festival Mangga ini terasa istimewa karena dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah dan para pegiat pariwisata dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa komoditas mangga Pemalang, khususnya Mangga Istana, semakin dikenal dan diapresiasi di tingkat nasional,” ujar Bupati.
Mengusung tema “Menyatukan Rasa Menuju Istana,” Bupati Anom menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan panen, melainkan upaya konkret dalam menyatukan potensi masyarakat, mulai dari kualitas buah, kreativitas olahan produk, hingga sinergi antara berbagai pihak.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan masyarakat Desa Penggarit dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi daerah.”Mangga Istana ini saya jadikan contoh potensi unggulan wilayah saat debat calon Gubernur Jawa Tengah,” ungkapnya. “Saya sangat mengapresiasi petani dan masyarakat Penggarit yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya Jawa Tengah.”
Gubernur Luthfi bahkan menegaskan bahwa Desa Penggarit layak dijadikan contoh kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat di Jawa Tengah. Ia berharap festival ini terus dilestarikan karena bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta mendukung perekonomian lokal.”Festival Mangga ini harus terus dijaga dan dilestarikan,” tambahnya, seraya berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk mendorong Jawa Tengah menjadi provinsi yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, masyarakatnya sehat dan tentrem.”
Festival yang berlangsung selama tiga hari (31 Oktober – 2 November 2025) ini menampilkan beragam kegiatan menarik, seperti kirab budaya pengantin mangga, pameran UMKM, expo aneka mangga, ekonomi kreatif, dan pentas seni tradisional. Tujuannya jelas: mempromosikan produk unggulan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menciptakan daya tarik wisata baru di Kabupaten Pemalang.
Setelah acara resmi pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian tradisional yang menggambarkan semangat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Penggarit, memperkuat identitas Pemalang sebagai daerah yang kaya potensi dan budaya.( Joko Longkeyang ).

















