banner 728x250

Cuaca Ekstrem Mengancam, Bupati Pemalang Petakan Zona Rawan Bencana

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di wilayah Pulau Jawa dan Bali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pemalang. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengikuti rapat konsolidasi dan pemetaan daerah terdampak secara daring guna memperkuat mitigasi bencana di tingkat lokal, Selasa (20/1/2026).

Bertempat di Command Room Diskominfo, Bupati didampingi oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pemalang serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi anomali cuaca yang berpotensi memicu bencana alam.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus. Dalam arahannya, Kemendagri menekankan pentingnya akurasi data pemetaan wilayah rawan guna mempercepat langkah antisipasi dan penanganan darurat di lapangan.

Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Jawa dan Bali, koordinasi lintas sektoral dianggap menjadi kunci utama. Pemetaan yang presisi diharapkan mampu meminimalkan dampak risiko, baik kerugian materiil maupun korban jiwa.

Bupati Anom Widiyantoro menegaskan bahwa Pemkab Pemalang terus memantau titik-titik krusial yang kerap menjadi langganan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Melalui rapat konsolidasi ini, seluruh instansi teknis diminta untuk meningkatkan status kewaspadaan.

Keterlibatan BPBD dan OPD teknis dalam rapat ini diharapkan mampu menyelaraskan strategi penanganan bencana di Kabupaten Pemalang agar lebih terintegrasi. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini mengenai prakiraan cuaca dari kanal resmi pemerintah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.**( Joko Longkeyang)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *