banner 728x250

Bupati Pemalang Komitmen Lindungi Pelaut Migran

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Bupati Pemalang, Anom Widiyanto, menegaskan komitmennya untuk berdiri di barisan terdepan dalam melindungi para pelaut migran asal wilayahnya. Langkah ini diambil guna merespons berbagai tantangan hukum internasional serta risiko darurat yang kerap membayangi para pekerja di luar negeri.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri agenda pengukuhan Pengurus Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Sabtu (7/3/2026).

​Bupati Anom mengungkapkan bahwa Pemkab Pemalang tidak akan tinggal diam melihat warganya berjuang sendirian di negeri orang. Melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Transmigrasi (Disnakerpertrans), pendampingan intensif akan terus ditingkatkan.​”Kami pastikan pemerintah hadir. Mulai dari urusan regulasi hingga penanganan kondisi darurat seperti sakit atau musibah di luar negeri, akan kami kawal demi keamanan dan manfaat bagi pekerja migran kita,” tegas Anom Widiyanto.

​Tak hanya bicara soal perlindungan, Bupati Anom juga tengah bergerak aktif memperluas pangsa pasar kerja bagi Anak Buah Kapal (ABK) asal Pemalang. Saat ini, pihaknya sedang menjajaki kerja sama strategis dengan salah satu negara di Benua Eropa.

​Menurutnya, reputasi pelaut Pemalang sudah tidak diragukan lagi di mata dunia. Negara-negara besar seperti Korea dan Taiwan pun telah lama mengakui kompetensi mereka.”Kemampuan pelaut kita diakui secara global. Inilah modal utama kita. Namun, prestasi ini harus dibarengi dengan proteksi hukum yang kuat agar para pahlawan devisa kita bekerja dengan martabat tinggi,” imbuhnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Bagus Sutopo, secara resmi mengukuhkan 30 pengurus LPS. Kehadiran organisasi yang telah eksis selama 27 tahun ini dinilai Bupati sebagai mitra vital dalam menyerap aspirasi para pelaut.

​Senada dengan visi Bupati, Wakil Ketua DPRD Pemalang, Aris Ismail, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif pemerintah daerah. Ia berharap kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan serikat pekerja dapat mengakselerasi pembangunan di Pemalang.

​Di sisi lain, Ketua LPS, Ronggo Warsito, menyatakan bahwa organisasi ini lahir dari semangat perjuangan murni para pelaut. “Kami hadir untuk saling menguatkan dan menjadi wadah perjuangan hak-hak pekerja laut agar tetap terlindungi,” tuturnya.

​Acara ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan melalui penyerahan donasi Rp10 juta dari Lazismu untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera Barat, serta ditutup dengan diskusi mendalam mengenai urgensi penegakan hukum internasional bagi pelaut migran.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *