AMKMedianews.com, Pemalang – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Terminal Induk Pemalang pada Sabtu (7/3/2026). Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, turun langsung untuk menyambut kedatangan puluhan warga perantauan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pemalang (Ikmal) Batam.
Didampingi Kepala Dishubperkim, Heru Weweg Sembodo, Bupati menyambut 35 perantau yang akhirnya bisa menginjakkan kaki di tanah kelahiran melalui program mudik yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.
Bupati Anom menjelaskan bahwa penyambutan di Terminal Tipe A ini dilakukan agar setiap warga yang pulang terdokumentasi dengan baik. Hal ini berlaku bagi mereka yang menggunakan armada bus maupun kereta api.”Setiap pemudik yang tiba di stasiun maupun terminal resmi ini kami pastikan tercatat. Pendataan ini dilakukan secara sinergis bersama masing-masing operator angkutan,” jelas Bupati Anom di hadapan awak media.
Bagi Bupati, kepulangan para perantau bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen sakral untuk mempererat tali silaturahmi. Ia memberikan perhatian khusus bagi warga yang tinggal jauh di seberang pulau seperti Batam agar tetap bisa merasakan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.”Selamat datang kembali di rumah. Selamat berkumpul dengan penuh bahagia di Kabupaten Pemalang. Kami tahu sebagian besar saudara kita ini berasal dari wilayah Pantura, seperti Comal dan Petarukan. Semoga mudik tahun ini memberikan kesan mendalam,” tuturnya dengan ramah.
Kebijakan Bupati Anom ini menuai apresiasi luas dari para perantau. Ketua Ikmal Batam, Rojikin, menyatakan bahwa dukungan transportasi bus mudik tahun 2026 ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi rakyatnya yang sedang berjuang di luar daerah.”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas perhatiannya. Fasilitasi ini sangat berarti, membuat perjalanan kami pulang ke kampung halaman menjadi lebih aman, nyaman, dan tentunya terasa lebih dekat di hati,” ujar Rojikin.
Kebahagiaan serupa terpancar dari wajah Markoni, salah satu peserta mudik gratis. Ia mengaku sangat bersyukur atas inisiatif pemerintah daerah yang peduli terhadap beban biaya perjalanan perantau.”Kami sangat senang sekali. Program mudik gratis ini benar-benar membantu kami para perantau untuk bisa pulang melihat keluarga,” ungkapnya.**( Joko Longkeyang).

















