AMKMedianews.com, Pemalang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang menyelenggarakan kegiatan Sinkronisasi Data dan Pelatihan Satgas Kecamatan Tangguh Bencana di Kecamatan Taman pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan 20 peserta dengan narasumber dari relawan, Satpol PP, dan personel BPBD Kabupaten Pemalang.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Drs. Andri Adi, M.Si, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Ida Komaria. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa Kecamatan Taman menjadi lokasi pelaksanaan ke-13 dari total 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang. Putaran terakhir kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Petarukan pada Minggu, 30 November 2025.
Ida Komaria menegaskan bahwa perubahan iklim saat ini menjadi tantangan global yang memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Kerangka Kerja Sendai, Perjanjian Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), perubahan iklim terbukti meningkatkan frekuensi kejadian bencana. Pusdalops BPBD Kabupaten Pemalang mencatat adanya peningkatan kejadian tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran, dan kekeringan pada periode 2012–2024.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD, Drs. Andri Adi, M.Si, upaya bersama perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Ia berharap sinkronisasi data dan pelatihan Satgas dapat memperkuat perhatian terhadap pengurangan risiko bencana serta mendorong peningkatan kemampuan adaptasi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana oleh Bupati Pemalang bersama Kementerian Dalam Negeri dan BPBD Provinsi Jawa Tengah pada 27 Desember 2024 di Pendopo Kabupaten Pemalang. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan rapat pemutakhiran data Kecamatan Tangguh Bencana yang digelar di Jakarta pada 8–10 Oktober 2025.
Ida Komaria menjelaskan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan tolok ukur pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Oleh karena itu, sinkronisasi data memegang peran penting untuk memastikan ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan valid sebagai dasar evaluasi kinerja dan perencanaan kebijakan.
Selain sinkronisasi data, pelatihan Satgas Tangguh Bencana bertujuan meningkatkan kapasitas teknis, pemahaman tugas, serta kemampuan kolaborasi petugas di lapangan. Para peserta diharapkan mampu mengenali potensi ancaman, melakukan mitigasi, dan mengambil langkah nyata dalam pengurangan risiko bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Pemalang menyerahkan bantuan berupa mesin chainsaw, alat komunikasi HT, rompi kencana, serta dua spanduk banner informasi kebencanaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan penanggulangan bencana di wilayah kecamatan.
Mengakhiri sambutannya, Drs. Andri Adi, M.Si melalui Ida Komaria mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Ia menekankan pentingnya menjadikan forum ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi guna meningkatkan kualitas penanggulangan bencana di Kabupaten Pemalang.
(Joko Longkeyang)
















