banner 728x250

Ahmad Luthfi Targetkan Perbaikan Longsor Ungaran Rampung Sepekan

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengambil langkah tegas dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Saat meninjau lokasi longsor di Perumahan Delta Asri, Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur pada Selasa pagi (17/2/2026), ia menginstruksikan agar perbaikan akses jembatan yang terputus diselesaikan dalam waktu tujuh hari.

​Langkah ini diambil sebagai respons atas terhambatnya konektivitas antar-RW yang merupakan jalur vital bagi aktivitas warga setempat.

​Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi menekankan bahwa keberhasilan penanganan darurat sangat bergantung pada kekompakan seluruh elemen. Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Semarang, TNI-Polri, relawan Tagana, hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) “Ngopeni Nglakoni”.”Ini adalah wujud nyata hadirnya negara. Semua komponen, mulai dari Bupati, Dandim, hingga masyarakat, bergerak bersama mencari solusi,” ujar Luthfi di sela-sela kegiatannya.

​Gubernur tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga terjun langsung mengikuti kerja bakti bersama warga. Ia mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar tidak memperlama proses kajian teknis yang dapat menghambat pembangunan kembali jembatan.

“Ini bentuk kolaborasi yang kompak di Kabupaten Semarang. Ada bupati, Dandim, Kapolres, Tagana, Tim Reaksi Cepat, dan seluruh komponen masyarakat bahu-membahu menyelesaikan persoalan bencana,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi.

​Sisi humanis terlihat ketika Gubernur meminta kegiatan kerja bakti dihentikan sejenak untuk sarapan bersama para relawan dan warga terdampak. Momen ini dimanfaatkan sebagai simbol solidaritas dan penyemangat bagi mereka yang bertugas di lapangan.

​Menurut Luthfi, dalam situasi bencana, energi harus difokuskan pada pemecahan masalah (problem solving) alih-alih saling menyalahkan. Semangat gotong royong inilah yang dianggap sebagai kunci utama percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

​Selain penanganan jangka pendek di Ungaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus memperkuat sistem mitigasi di wilayah rawan. Koordinasi intensif dilakukan dengan BMKG, terutama terkait potensi modifikasi cuaca untuk meminimalisir risiko tanah bergerak dan banjir.

​Gubernur memastikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi telah dibekali sistem respons otomatis. Artinya, bantuan dan personel akan langsung meluncur ke lokasi bencana tanpa harus menunggu instruksi birokrasi yang panjang.“Begitu ada tanggap bencana, OPD provinsi langsung turun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ini soal kerja tim dan kolaborasi. Tidak usah disuruh,” katanya.

​Sebagai bentuk dukungan operasional dan kemanusiaan, sejumlah bantuan telah dikucurkan, di antaranya: Alat berat (crane) untuk evakuasi material beton jembatan. 100 paket sembako dari Baznas dan bantuan logistik senilai jutaan rupiah. Perlengkapan lapangan berupa 100 pasang sepatu boots untuk relawan. Bibit pohon untuk rehabilitasi lahan serta bantuan 200 Al-Qur’an.

​Melalui gerak cepat ini, diharapkan konektivitas warga Delta Asri segera pulih, sehingga roda perekonomian dan aktivitas sosial dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *