banner 728x250

Ahmad Luthfi Tambah Pesawat Modifikasi Cuaca, Cegah Banjir di Jawa Tengah

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Semarang, Demak, Kendal, hingga Pati. Salah satu langkah strategis yang ia ambil adalah dengan menambah satu unit pesawat modifikasi cuaca untuk memperkuat upaya pengendalian curah hujan ekstrem.

Langkah ini diambil setelah satu pesawat yang sebelumnya beroperasi dinilai belum mampu sepenuhnya menahan awan hujan yang bergerak dari arah timur, khususnya dari wilayah Solo menuju kawasan pesisir utara Jawa Tengah. “Rekayasa cuaca nanti akan kita tambah satu pesawat. Ternyata awannya berhembus dari wilayah Solo,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi usai memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025).

Menurut Luthfi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan salah satu cara ilmiah yang efektif untuk mengendalikan intensitas hujan agar tidak turun di kawasan rawan banjir seperti Kaligawe, Genuk, Sayung, dan wilayah sekitarnya. Melalui operasi ini, awan hujan dialihkan agar menumpahkan airnya di wilayah yang lebih aman dan memiliki daya serap tinggi.

Gubernur menjelaskan, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan program ini. OMC dilakukan oleh tim gabungan dari Kementerian PUPR, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.“Kalau hanya dilakukan di satu titik saja, hasilnya tidak akan maksimal. Ibarat kata, ‘nguyahi segara’. Karena itu, kita perlu memperluas wilayah operasi agar efeknya terasa,” jelasnya dengan tegas.

Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, menyambut baik inisiatif Gubernur Ahmad Luthfi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh langkah-langkah inovatif daerah, termasuk penggunaan teknologi modifikasi cuaca.

Menurut Dwi, upaya ini sejalan dengan target nasional untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Jawa Tengah, terutama Semarang dan Demak, pada tahun 2026. Ia memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus ditingkatkan agar penanganan bencana banjir menjadi lebih cepat dan terukur.“Kami terus berupaya memastikan sistem drainase dan infrastruktur air berjalan maksimal. Dengan adanya tambahan pesawat modifikasi cuaca, kami optimistis penanganan banjir bisa lebih terkendali,” ungkap Dwi.

Berdasarkan data terbaru, operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah telah berlangsung sejak 25 Oktober 2025 dan akan terus dilakukan hingga akhir bulan ini. Seluruh kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, yang menjadi markas koordinasi tim OMC.

Pesawat-pesawat modifikasi cuaca akan melakukan penyemaian garam (NaCl) ke awan potensial hujan menggunakan metode semai udara. Teknik ini membuat hujan turun lebih awal di daerah tertentu yang sudah ditentukan, sehingga wilayah padat penduduk seperti Semarang dan Demak terhindar dari curah hujan ekstrem secara langsung.

Keputusan menambah armada pesawat OMC ini menjadi bukti nyata kepedulian dan ketegasan Gubernur Ahmad Luthfi terhadap keselamatan warga Jawa Tengah. Dalam berbagai kesempatan, Luthfi selalu menegaskan bahwa pencegahan bencana jauh lebih penting daripada penanganan setelah kejadian. “Kami ingin masyarakat merasa aman. Banjir tidak hanya merugikan harta benda, tetapi juga mengganggu kegiatan ekonomi. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujar Luthfi.( joko Longkeyang)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *