banner 728x250

Peran KWK Randudongkal Disorot, Diduga Lalai Awasi Kasus Dugaan Bullying di SD Negeri 01 Banjaranyar

  • Bagikan

Pemalang|Amkmedianews.com– Peran Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) bidang pendidikan di Kecamatan Randudongkal menjadi sorotan publik menyusul mencuatnya kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa di SD Negeri 01 Banjaranyar.

Kasus ini bermula dari konflik antara orang tua murid dan pihak sekolah terkait unggahan di media sosial mengenai LKS, infak, serta menu makan bergizi gratis (MBG). Persoalan tersebut sempat dimediasi oleh pihak kecamatan bersama KWK, dan menghasilkan kesepakatan agar siswa dapat kembali bersekolah.

Namun, situasi kembali memanas setelah muncul dugaan bahwa siswa justru mengalami perlakuan tidak pantas di lingkungan sekolah. Oknum kepala sekolah disebut memanggil siswa dengan menyebut nama orang tuanya melalui pengeras suara, yang kemudian memicu ejekan dari teman-temannya.

Akibatnya, siswa merasa malu dan kembali enggan berangkat ke sekolah.

Sejumlah pihak menilai, kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan pasca mediasi oleh KWK. Padahal, sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan di tingkat kecamatan, KWK memiliki tanggung jawab dalam memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif bagi siswa.

“KWK seharusnya tidak hanya hadir saat mediasi, tetapi juga melakukan monitoring berkelanjutan. Jika setelah mediasi justru muncul dugaan perundungan, ini patut dipertanyakan,” ujar salah satu pemerhati pendidikan.

Selain itu, prinsip perlindungan anak dalam dunia pendidikan sebagaimana digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan rasa aman di sekolah tanpa tekanan maupun intimidasi.

Jika dugaan ini benar, maka tidak hanya pihak sekolah yang perlu dievaluasi, tetapi juga peran KWK dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan.

Masyarakat pun mendesak agar KWK Randudongkal segera mengambil langkah konkret, termasuk turun langsung ke sekolah, memastikan kondisi siswa, serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kelalaian dalam pengawasan pendidikan dapat berdampak langsung pada kondisi psikologis dan masa depan anak.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *