banner 728x250

Kisah Inspiratif Pak Salim: Gratiskan Giling Padi Demi Kesejahteraan Petani Cikuya

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com,Brebes – Sebuah aksi kedermawanan yang menyentuh hati datang dari pelosok Kabupaten Brebes. Pak Salim, pria berusia 70 tahun asal Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, memutuskan untuk menggratiskan fasilitas mesin penggiling padi miliknya bagi warga setempat. Langkah ini diambil di tengah kesibukan masyarakat menghadapi musim panen.

​Motivasi di balik aksi sosial ini sangat sederhana namun bermakna mendalam. Pak Salim ingin membantu para tetangganya menekan biaya produksi pascapanen agar keuntungan yang didapat para petani bisa lebih maksimal untuk kebutuhan keluarga.”Niat saya tulus hanya ingin membantu. Harapannya, dengan ketiadaan biaya penggilingan ini, beban warga berkurang dan hasil panen mereka benar-benar bisa dirasakan manfaatnya secara utuh oleh keluarga masing-masing,” tutur Pak Salim dengan rendah hati.

​Kebijakan Pak Salim ini pun menuai apresiasi luas. Para petani di Desa Cikuya mengaku sangat terbantu, mengingat biaya penggilingan sering kali menjadi variabel pengeluaran yang cukup signifikan. Selain dampak ekonomi, kehadiran inisiatif ini juga mempererat tali persaudaraan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan desa.

​Kini, para petani dapat mengolah gabah mereka menjadi beras dengan lebih cepat tanpa perlu memusingkan ketersediaan dana tambahan untuk upah giling.

​Babinsa Cikuya, Serda Djoko Santoso, memberikan penghormatan tinggi atas tindakan mulia Pak Salim. Ia berharap ketulusan ini menjadi pemantik bagi warga lain untuk saling peduli dan memperkuat solidaritas sosial di tingkat akar rumput.

​Menurut Serda Djoko, aksi Pak Salim merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanunggalan antara elemen masyarakat dengan semangat pembangunan. Hal ini sangat selaras dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang sedang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes di desa tersebut.”Program TMMD tidak melulu soal pembangunan fisik, tetapi juga soal memperkokoh nilai gotong royong. Apa yang dilakukan Pak Salim adalah bukti autentik bahwa kepedulian antarwarga masih sangat kuat,” ujar Serda Djoko.

​Diharapkan, sinergi antara kebaikan individu seperti Pak Salim dan program pemerintah dapat terus mendorong peningkatan taraf hidup petani sekaligus mempererat keharmonisan sosial di tengah tantangan ekonomi saat ini.**( Joko Longkeyang)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *