AMKMedianews.com, Pemalang – Perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU) selama seratus tahun (1926-2026) menjadi catatan emas bagi sejarah bangsa. Di Kabupaten Pemalang, peringatan satu abad ini disambut dengan komitmen tinggi untuk terus merawat tradisi sekaligus membangun peradaban di tengah arus transformasi global.
Hadir dalam puncak peringatan di Kantor PCNU Kabupaten Pemalang, Jalan Pemuda, Minggu (8/2/2026), Wakil Bupati Pemalang Nurkholes beserta istri, serta deretan tokoh lintas sektoral. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan peran strategis kaum Nahdliyin dalam menjaga stabilitas daerah.
Sekertaris PKB Pemalang Slamet Ramuji yang hadir bersama Ajeng Triyani ( Bendahara) bersama kader lainnya menyatakan bahwa capaian satu abad ini harus dijadikan pijakan bagi kader NU untuk lebih berdaya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dengan kemandirian ekonomi umat.”Kita berada di era transformasi global yang sangat cepat. Kader NU di Pemalang harus siap menjadi subjek peradaban, bukan sekadar penonton. Kemandirian umat adalah benteng utama kita,” tegas Slamet Ramuji saat diwawancarai di sela-sela acara.
PCNU Pemalang sendiri telah mengawali rangkaian seabad NU ini dengan agenda-agenda krusial. Pada 25 Januari lalu, hadirnya tokoh nasional Gus Islah Bahrawi dalam seminar nasional menjadi bukti nyata fokus NU dalam memutus rantai paham radikal di masyarakat.
Slamet Ramuji menambahkan, kegiatan spiritual seperti Istighotsah satu abad yang digelar di Aula PCNU pada akhir Januari lalu merupakan pondasi batiniah agar kader tetap istiqamah.”Semangat ‘Merawat Tradisi, Membangun Peradaban’ adalah harga mati untuk mengawal Indonesia tetap merdeka dan bersatu. NU akan selalu menjadi garda terdepan dalam merawat NKRI,” pungkasnya.( Joko Longkeyang)

















