AMKMedianews.com, Bogor – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyatakan kesiapannya untuk “gas pol” mendukung program prioritas yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini mengemuka usai Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2).
Dalam forum besar yang mempertemukan lebih dari 4.000 pemangku kepentingan se-Indonesia tersebut, Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan lokal demi percepatan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan, arahan Presiden dalam Rakornas tersebut menjadi pemacu semangat bagi para kepala daerah. Menurutnya, pesan Presiden sangat jelas: pemimpin harus fokus pada solusi yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat.”Beliau (Presiden) memberikan semangat kepada kami untuk benar-benar melayani masyarakat. Itulah inti dari semua kebijakan yang akan kami jalankan di Jateng,” tegas Ahmad Luthfi singkat namun penuh makna.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan bahwa pengabdian di daerah saat ini adalah bentuk nyata dari semangat bela negara. “Kita diarahkan untuk memperjuangkan kesejahteraan. Ini adalah tugas merawat rakyat dengan bekerja lebih semangat lagi,” tuturnya.
Secara teknis, Pemprov Jateng telah memetakan langkah strategis untuk tahun 2026. Sektor pangan menjadi prioritas utama dengan target produksi padi yang menembus angka 10,5 juta ton GKG. Strategi ini ditopang melalui perbaikan infrastruktur irigasi dan penguatan dukungan APBD bagi sektor pertanian.
Keberhasilan ekonomi Jawa Tengah yang tumbuh sebesar 5,37 persen pada triwulan III 2025—lebih tinggi dari angka nasional—menjadi modal kuat. Ke depan, Pemprov Jateng akan menggenjot sektor ketenagakerjaan melalui:
Program Petani Milenial: Modernisasi sektor pertanian untuk menarik minat generasi muda.
Revitalisasi BLK: Meningkatkan kapasitas SDM melalui upskilling dan reskilling.
Digitalisasi Pemerintahan: Memastikan transparansi dan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi.
Transformasi Sosial: Sekolah Rakyat dan Kesehatan Gratis
Selain pembangunan fisik, aspek sosial tidak luput dari perhatian. Pemprov Jateng tengah menyiapkan perluasan program Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah unggulan, hingga optimalisasi layanan dokter spesialis keliling. Langkah ini selaras dengan program pusat seperti Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis yang menjadi pilar utama peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan pengembangan 10 wilayah aglomerasi ekonomi baru, Jawa Tengah optimis mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi nasional menuju target pertumbuhan 8 persen.”Segala upaya ini bermuara pada satu tujuan, yakni kesejahteraan rakyat,” pungkas Taj Yasin( Joko Longkeyang).

















