AMKMedianews.com, Pemalang – Operasi kemanusiaan di kawasan hutan Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, akhirnya mencapai titik akhir. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad kedua korban yang tertimbun longsoran tanah, menutup pencarian panjang yang berlangsung selama hampir sepekan di wilayah perbukitan terjal tersebut.
Peristiwa nahas ini bermula pada Minggu (25/1) pagi, saat dua petani, Aksinudin (40) dan Khamim (60), sedang berada di area hutan. Tanpa diduga, material tanah dari tebing setinggi puluhan meter ambrol dan menimbun keduanya. Kondisi medan yang labil serta suhu dingin yang menusuk tulang sempat menjadi kendala utama bagi tim pencari pada hari pertama.
Kerja keras tim yang terdiri atas personel TNI, Polri, relawan, dan warga membuahkan hasil pertama pada Senin (26/1). Sekitar pukul 08.30 WIB, jasad Aksinudin ditemukan di bawah ketebalan material tanah. Namun, pencarian untuk korban kedua, Khamim, membutuhkan waktu yang lebih lama akibat luasnya cakupan longsoran.
Setelah dilakukan penyisiran intensif selama beberapa hari berikutnya oleh Basarnas bersama aparat kewilayahan, titik terang akhirnya muncul. Pada Jumat (30/1) siang tepat pukul 13.00 WIB, posisi Khamim berhasil terdeteksi di lereng bukit dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Proses evakuasi jenazah Khamim berlangsung penuh kehati-hatian mengingat kemiringan lereng yang ekstrem. Tak lama setelah berhasil diangkat dari lokasi penemuan, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.”Kami mengapresiasi sinergi seluruh elemen, baik dari TNI, Polri, Basarnas, hingga para relawan yang tak kenal lelah melakukan pencarian meski dihadapkan pada medan yang sulit,” ungkap perwakilan aparat desa setempat.
Penemuan ini membawa kelegaan sekaligus duka mendalam bagi warga Desa Bongas. Tragedi di kawasan hutan Perhutani ini menjadi catatan penting akan kerentanan bencana di wilayah Watukumpul, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di area rawan saat cuaca ekstrem melanda.( Joko Longkeyang)
















