AMKMedianews.com, Pemalang – Keluhan warga mengenai akses jalan yang memutar di Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, akhirnya terjawab. Sinergi antara Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pemalang diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Presisi yang secara resmi memulai tahapan peletakan batu pertama (groundbreaking), Rabu (14/1/2026).
Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah RT 01 dengan RT 02 ini disambut sukacita oleh warga setempat. Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi konkret bagi persoalan mobilitas warga yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses penghubung antarlingkungan.

Selama ini, warga harus menempuh rute yang lebih jauh melalui jalan utama hanya untuk berpindah antar-RT. Jatmiko, salah seorang warga RT 01, menyebutkan bahwa jembatan ini akan menjadi jalur dambaan yang mempermudah aktivitas harian.”Kami sangat menantikan jembatan ini. Selama ini memang harus memutar jauh lewat jalan besar. Meski jaraknya terlihat dekat, kalau tidak ada jembatan ya tetap memakan waktu. Kami bersyukur pembangunan ini akhirnya terealisasi,” ujar Jatmiko di lokasi kegiatan.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur perdesaan. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan hingga ke tingkat dusun.”Ini adalah kreativitas yang luar biasa dari jajaran Kepolisian. Jembatan ini tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal karena akses antarwilayah menjadi jauh lebih efektif dan cepat,” jelas Nurkholes.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menegaskan bahwa Jembatan Presisi merupakan bagian dari program prioritas Polda Jawa Tengah yang selaras dengan instruksi Presiden terkait percepatan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur.”Desa Kebandaran merupakan satu dari 60 titik di Jawa Tengah yang mendapatkan manfaat dari program Jembatan Presisi tahun ini. Kami ingin memastikan kehadiran Polri memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran transportasi warga,” tegas AKBP Rendy.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimca Bodeh serta perangkat desa setempat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh kemitraan yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan warga dalam membangun kemandirian wilayah.( Rangga Firrera)
















