banner 728x250

Jateng Luncurkan “Kecamatan Berdaya”: Negara Hadir Lebih Dekat untuk Warga Desa

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Menghadirkan pelayanan negara yang nyata kini bukan lagi sekadar retorika di Jawa Tengah. Melalui inisiatif bertajuk “Kecamatan Berdaya”, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sukses mengubah wajah kecamatan menjadi garda terdepan pelayanan warga.

Program ini dirancang khusus untuk memangkas jarak antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil di lapangan. Hingga penghujung tahun 2025, sebanyak 142 kecamatan telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project). Di wilayah-wilayah ini, pelayanan publik tidak lagi tersentralisasi di ibu kota, melainkan hadir tepat di jantung kehidupan masyarakat desa.”Kecamatan Berdaya adalah jembatan layanan pemerintah menuju 8.490 desa,” ujar Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Nadi Santoso, Senin (29/12/2025).

Program unggulan ini berpijak pada empat pilar utama: Perlindungan Perempuan dan Anak: Penguatan kader paralegal tingkat kecamatan untuk menangani kasus kekerasan secara cepat dan tepat. Pemberdayaan Pemuda: Melalui instrumen Kartu Zilenial, lebih dari 12 ribu pemuda telah mendapatkan pelatihan agribisnis dan kewirausahaan. Inklusivitas: Penyediaan ruang layanan serta perhatian khusus bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas. Ekonomi Kreatif: Menggali dan mengoptimalkan potensi produk lokal desa agar lebih mandiri secara ekonomi.

Satu yang mencolok adalah pembangunan sport center dan ruang aktualisasi bagi Gen Z di tiap kecamatan. Tujuannya agar generasi muda tidak lagi sekadar menjadi penonton pembangunan, melainkan aktor utama yang mandiri dan kompetitif.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Pemprov Jateng telah mengonsolidasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bergerak dalam satu komando. Kolaborasi ini juga melibatkan pihak akademisi melalui program KKN tematik agar inovasi kampus dapat langsung bersentuhan dengan realitas sosial desa.

Target ambisius pun dicanangkan: pada tahun 2026, seluruh 576 kecamatan di Jawa Tengah diproyeksikan telah menyandang status “Kecamatan Berdaya”. Langkah ini membuktikan bahwa kemajuan sebuah daerah bermula dari penguatan instansi yang paling dekat dengan rakyatnya.( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *