banner 728x250

Festival Mangga Penggarit 2025 Dorong Kesejahteraan Petani dan Ekonomi Desa

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang– Festival Mangga Penggarit 2025 kembali hadir sebagai ajang kebanggaan masyarakat Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Acara yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 ini resmi dibuka pada Sabtu, 1 November 2025, oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan simbolis pemukulan kentongan.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat tinggi, di antaranya Bupati Pemalang Anom Widyantoro beserta istri, Wakil Bupati Pemalang Nurkholes beserta istri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pemalang, kepala OPD Kabupaten Pemalang, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Taman. Tidak ketinggalan, para petani mangga turut memeriahkan festival ini sebagai pelaku utama penggerak ekonomi desa.

Dalam wawancaranya, Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan penyelenggaraan ketiga Festival Mangga Penggarit. Ia menjelaskan bahwa festival ini menjadi solusi atas rendahnya harga mangga saat musim panen, sehingga melalui kegiatan ini nilai transaksi petani dapat meningkat signifikan.

“Pada Festival Mangga 2022 lalu, transaksi penjualan mencapai sekitar Rp1,5 miliar dalam dua hari. Kami berharap tahun ini hasilnya bisa lebih besar lagi agar para petani semakin sejahtera,” ujar Imam Wibowo.

Desa Penggarit, lanjut Imam, memiliki potensi besar sebagai sentra buah Mangga Istana. Terdapat kurang lebih 11.000 pohon mangga yang tumbuh di desa tersebut, sementara total pohon mangga di Kabupaten Pemalang mencapai sekitar 116.000 pohon. Setiap pohon mampu menghasilkan rata-rata dua kuintal buah, menjadikan potensi panen sangat melimpah.

Ia juga menjelaskan proses pemetikan Mangga Istana dilakukan dengan standar kematangan lebih dari 80 persen untuk mendapatkan cita rasa manis optimal. Namun, pasar tertentu seperti luar Jawa dan Eropa terkadang meminta tingkat kematangan di bawah 80 persen menyesuaikan kebutuhan pengiriman.

“Selain menjual buah segar, kami juga mendorong pengembangan produk turunan mangga sebagai bentuk diversifikasi pangan. Dengan begitu, nilai tambahnya semakin besar dan ekonomi masyarakat bisa terus berkembang,” tuturnya.

Festival Mangga Penggarit bukan hanya menjadi ruang pemasaran produk unggulan daerah, namun juga bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Harapan besar disematkan agar festival ini terus menjadi motor penggerak kesejahteraan petani serta memperkenalkan Mangga Istana ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.( Joko Longkeyang ).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *