banner 728x250

Kuasai Data Presisi, Strategi Ahmad Luthfi Atasi Sampah Menjadi Energi Listrik Dipuji Menteri LH

  • Bagikan

AMKMedianews.com, Pemalang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membuktikan komitmennya dalam menangani persoalan lingkungan melalui pendekatan berbasis data (data-driven). Langkah nyata ini terlihat saat penandatanganan kesepakatan pengolahan sampah menjadi energi listrik antara Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal di Kantor Gubernur, Sabtu (28/3/2026).

​Kepemimpinan Luthfi mendapat sorotan positif dari Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Menteri Hanif menilai, Ahmad Luthfi merupakan sosok kepala daerah yang tidak hanya bicara kebijakan secara makro, tetapi sangat detail menguasai langkah operasional dan angka persampahan di lapangan.

​Pujian Menteri: “Angka yang Dipaparkan Sangat Benar”

​”Baru hari ini ada gubernur yang bisa menyebutkan angka-angka tentang sampah secara detail, dan angkanya sangat benar,” tegas Menteri Hanif.

​Bagi Hanif, akurasi data yang dimiliki Ahmad Luthfi mencerminkan kesiapan Jawa Tengah dalam merombak tata kelola sampah secara sistematis. Langkah cepat Luthfi menggandeng kepala daerah di Semarang Raya untuk membangun fasilitas waste-to-energy dinilai sebagai solusi taktis yang sejalan dengan instruksi Presiden.

​Instruksi Gubernur: Satgas Sampah Langsung Bergerak

​Merespons target nasional Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi langsung mengambil langkah konkret dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah Provinsi Jawa Tengah. Satgas ini menjadi ujung tombak untuk mengeksekusi kebijakan di lapangan.

​”Target kami jelas sesuai RPJMN, tahun 2029 harus tuntas sampah. Satgas sudah dibentuk untuk menerjemahkan perintah Bapak Presiden menjadi aksi nyata,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela kegiatan.

​Gubernur menjelaskan, strateginya dibagi berdasarkan volume limbah. Daerah dengan timbulan sampah jumbo di atas 1.000 ton per hari, seperti Semarang dan Kendal, diarahkan pada pengolahan energi listrik regional. Sementara daerah lain didorong menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

​Target Besar Mengejar Sisa 70 Persen Sampah

​Ahmad Luthfi membeberkan fakta bahwa Jawa Tengah memproduksi hampir 6,4 juta ton sampah per tahun. Saat ini, baru sekitar 30 persen yang terkelola dengan baik, sehingga masih ada tantangan besar di depan mata.

​”Masih ada 70 persen yang belum maksimal dikelola. Inilah yang sedang kita kejar. Selain pengolahan listrik, kita juga perluas RDF ke sembilan kabupaten,” tambah Gubernur.

​Langkah strategis Ahmad Luthfi ini tidak hanya mempercepat transformasi teknologi pengelolaan sampah di Jawa Tengah, tetapi juga menetapkan standar baru bagi kepemimpinan daerah yang berbasis pada data dan aksi operasional yang nyata.*( Joko Longkeyang).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *