AMKMedianews.co.id, Pekalongan – Di sela-sela suasana hangat Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah tokoh ulama di wilayah Pekalongan dan Semarang pada Kamis (26/3/2026). Selain mempererat ukhuwah, kunjungan ini menjadi momen penting bagi Luthfi untuk menyerap petuah spiritual terkait tantangan kepemimpinan di daerah.
Pesan Kesabaran di Tengah Bencana
Safari silaturahmi diawali di Pondok Pesantren Terpadu Al-Fusha, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Kedatangan Gubernur disambut hangat oleh pengasuh pesantren, KH Muhammad Dzilqon. Meski cuaca sedang tidak bersahabat akibat hujan deras, perbincangan berlangsung akrab dan mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi sempat melaporkan situasi darurat mengenai jebolnya tanggul Sungai Bremi yang meresahkan warga. “Hujan belum berhenti sejak semalam, Kiai. Saya sudah terima laporan tanggul jebol di Pekalongan, sehabis ini saya akan langsung meninjau ke sana,” ungkap Luthfi.
Merespons dedikasi tersebut, KH Dzilqon menitipkan wejangan mendalam tentang esensi seorang pemimpin. Beliau menekankan bahwa kesabaran dan sikap memuliakan rakyat adalah kunci utama dalam menjalankan amanah.
“Jenengan kedah sabar. Kudu mlaku, kudu sabar (Anda harus sabar. Harus terus bergerak, harus sabar),” tutur KH Dzilqon sembari mengingatkan agar pemimpin senantiasa menebar kebaikan bagi masyarakat.
Kedekatan Historis dengan Habib Luthfi
Safari berlanjut ke kediaman ulama besar Habib Luthfi bin Yahya di kompleks Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan. Pertemuan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga kental dengan nuansa nostalgia. Keduanya telah menjalin kedekatan erat sejak hampir 20 tahun silam, saat Ahmad Luthfi masih mengemban tugas sebagai Kapolres Batang.
Usai menyerap petuah dari Habib Luthfi, Gubernur tidak menunda waktu dan langsung bergegas melakukan inspeksi mendadak ke lokasi tanggul Sungai Bremi yang jebol di Pabean Barat. Aksi nyata ini merupakan bentuk implementasi langsung dari pesan para ulama untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Semarang
Perjalanan ditutup di Kota Semarang dengan mengunjungi KH Shodiq Hamzah, pengasuh Ponpes Asshodiqiyah, Kaligawe. Dari pertemuan tersebut, Luthfi kembali menggarisbawahi komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jawa Tengah untuk bergerak taktis dan saling bahu-membahu.
”Pesan para kiai kami jadikan pedoman. Kami terus mendorong kolaborasi antara OPD, bupati, hingga wali kota agar kompak dalam menuntaskan setiap masalah masyarakat,” pungkasnya.
Bagi Ahmad Luthfi, silaturahmi ini adalah perpaduan antara ketaatan pada nilai agama dan tanggung jawab negara guna mewujudkan Jawa Tengah yang lebih baik dan harmonis. **( Joko Longkeyang).















