banner 728x250

Tekan Harga Pangan, Pemprov Jateng Subsidi Cabai dan Gelar 308 Pasar Murah

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang –  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengambil langkah proaktif guna menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar massal, pemerintah menargetkan stabilitas harga bahan pokok di seluruh wilayah Jawa Tengah tetap terjaga.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, memimpin langsung pengecekan harga di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Jumat (20/2/2026) pagi. Peninjauan ini bertujuan memastikan stok pangan strategis dalam posisi aman dan terkendali sebelum memasuki masa puncak permintaan.

​Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai rawit merah di pasar saat ini menembus angka Rp80.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan dari luar daerah, khususnya Jakarta, yang menyebabkan pasokan lokal tersedot ke ibu kota.

​Menanggapi hal tersebut, Gubernur menginstruksikan BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan intervensi pasar. Pemprov Jateng memutuskan untuk memberikan subsidi harga sehingga masyarakat dapat membeli cabai seharga Rp65.000 per kilogram.”Bahan pokok yang harganya naik harus segera ditindaklanjuti. Saya minta koordinasi ketat dengan dinas terkait agar stabilitas segera kembali,” tegas Ahmad Luthfi usai berdialog dengan para pedagang.

​Selain subsidi harga, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menjadwalkan pelaksanaan 308 kali Gerakan Pangan Murah yang tersebar di kabupaten dan kota hingga Maret 2026. Program ini dirancang untuk memastikan keterjangkauan pangan bagi warga di tengah fluktuasi harga pasar.

​Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, mengeklaim stok 12 komoditas pangan pokok saat ini masih dalam kondisi mencukupi. Bahkan, untuk komoditas beras, Jawa Tengah mencatatkan surplus yang signifikan.”Meski ada tren kenaikan pada daging ayam dan sapi, harganya masih di bawah batas acuan pemerintah. Fokus utama kami saat ini adalah meredam gejolak harga pada cabai dan bawang merah melalui subsidi dan pasar murah ini,” jelas Rini.

​Melalui sinergi operasi pasar dan subsidi ini, Pemprov Jateng optimis kebutuhan pokok masyarakat akan terpenuhi dengan harga yang wajar hingga perayaan Idulfitri mendatang.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *