banner 728x250

Pimpin Level Nasional, Kredit Perumahan Jateng Capai Rp2,3 Triliun

  • Bagikan

AMKMedianews.com, Jakarta – Jawa Tengah (Jateng) mengukuhkan dominasinya dalam pembangunan hunian rakyat di Indonesia. Memasuki awal April 2026, realisasi penyaluran kredit perumahan di provinsi ini meledak hingga angka Rp2,3 triliun, sekaligus menjadi catatan tertinggi di tanah air.

​Prestasi ini merujuk pada data terbaru Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sepanjang periode 1 Januari hingga 1 April 2026, Jawa Tengah sukses memuncaki daftar nasional dalam penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP), mengalahkan provinsi-provinsi besar lainnya.

​Sinergi Pusat dan Daerah

​Keberhasilan ini merupakan buah manis dari visi Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan secara taktis di daerah. Menteri PKP, Maruarar Sirait, secara khusus memberikan pujian kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, atas gerak cepatnya dalam memacu ekonomi berbasis perumahan.”Kita perlu mengambil pelajaran dari efektivitas Jawa Tengah. Saya sangat mengapresiasi kinerja Gubernur Ahmad Luthfi yang membawa provinsi ini ke peringkat pertama nasional. Ini adalah bentuk nyata penggerakan ekonomi rakyat,” ujar Maruarar usai pertemuan di Jakarta, Kamis (2/4).

​Secara spesifik, aliran kredit terbesar mengalir ke tiga wilayah utama: Kabupaten Brebes: Rp131,5 miliar. Kabupaten Banyumas: Rp117,4 miliar. Kabupaten Sragen: Rp115,6 miliar.

​Target Besar: 40 Ribu Hunian Subsidi

​Tidak berhenti di sektor kredit, performa rumah subsidi (FLPP) di Jateng juga sangat impresif. Setelah mengamankan posisi kedua nasional pada 2025 dengan 24.470 unit, kini target tahun 2026 dipatok naik menjadi 40 ribu unit.

​Langkah ambisius ini didukung dengan ketersediaan lahan yang matang hasil koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN. Uniknya, program ini juga akan menghidupkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM genteng di wilayah Kebumen dan Jepara sebagai pemasok material utama.

​Komitmen Pangkas Backlog Perumahan

​Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan Jateng terletak pada kolaborasi. Dengan sinergi antara APBD, dana CSR, hingga Baznas, sisa kekurangan rumah (backlog) di Jawa Tengah kini berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 1.058.454 unit, turun signifikan sebesar 20 persen.”Fokus kami untuk tahun 2026 sangat jelas. Selain mengusulkan program bedah rumah (BSPS), kami memprioritaskan penataan kawasan kumuh di Semarang, Batang, dan Banyumas, serta memperbanyak pembangunan rumah susun bagi warga,” tegas Luthfi.

​Pertemuan strategis yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah siap menjadi tulang punggung pemenuhan papan nasional pada tahun 2026. **( joko Longkeyang).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *