banner 728x250

Gubernur Luthfi Ungkap Kunci Sukses Jateng Adalah Strategi ‘Gotong Royong’ Ekonomi Daerah

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Jakarta—Inovasi dan semangat kolaborasi atau collaborative government menjadi napas utama dalam membangun Jawa Tengah ke depan. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat ia menjadi narasumber kunci dalam acara Berita Satu Regional Forum 2025 di Hotel Mulia, Jakarta, pada Rabu, 10 Desember 2025.

Mengangkat tema “Strategi Bertumbuh Lewat Inovasi dan Kolaborasi”, Gubernur Luthfi menekankan pentingnya kesepakatan program yang terarah antarlembaga. “Napas kebersamaan atau collaborative government tetap kita lakukan. Membangun wilayah harus ada kesepakatan dalam program yang terarah,” kata Ahmad Luthfi.

Kolaborasi yang diusung oleh Pemprov Jateng tidak hanya terbatas pada integrasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Lebih jauh, Pemprov merangkul seluruh potensi masyarakat, perguruan tinggi, hingga pihak swasta.“Kita gandeng dengan beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah,” tambahnya, sembari menyebutkan bahwa Pemprov Jateng telah menjalin kerja sama dengan puluhan rektor perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Jawa Tengah.

Gubernur juga menyoroti bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada APBN dan APBD. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi APBD hanya sekitar 11-15% dari total kebutuhan pembangunan. Sisanya, sekitar 85%, harus dicapai melalui inovasi dan investasi. Buktinya, realisasi investasi Jateng telah mencapai Rp 66,13 triliun hingga Triwulan III 2025.

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, Ahmad Luthfi mendorong konsep aglomerasi di setiap eks karesidenan di Jawa Tengah. Konsep ini mengharuskan daerah-daerah tersebut bekerja sama dalam berbagai sektor, seperti ekonomi dan pariwisata, agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menumbuhkan ekonomi baru secara regional.

Selain sinergi internal, kolaborasi juga diperluas hingga ke level antarprovinsi. Jawa Tengah telah menjalin kerja sama ekspansi business-to-business di sektor investasi, UMKM, ketahanan pangan, dan BUMD dengan beberapa provinsi, termasuk Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, dan Jawa Timur.“Ekspansi ke luar dalam rangka business to business antarprovinsi, sehingga akan menumbuhkan ekonomi baru,” pungkasnya.( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *